Pendahuluan
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 15 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 membawa kabar buruk bagi lingkungan. Dampak iklim diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding Piala Dunia 2022 Qatar. Dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan lokasi pertandingan yang tersebar di seluruh Amerika Utara (AS, Kanada, dan Meksiko), skala turnamen ini menjadi sangat masif.
Dampak Iklim
Laporan dari platform akuntansi karbon global, Greenly, menyebut Piala Dunia 2026 akan menghasilkan 7,8 juta metrik ton karbon dioksida. Jumlah ini setara emisi tahunan 1,7 juta unit mobil di jalanan dan setara total emisi tahunan satu negara penuh seperti Sierra Leone.
Para peneliti mengatakan 87% emisi turnamen berasal dari perjalanan udara jutaan suporter, tim, dan media yang melintasi benua. Berbeda dengan Qatar yang memiliki wilayah kompak, Piala Dunia 2026 membentang sejauh 2.800 mil (sekitar 4.500 km) dari Vancouver hingga Miami.
Tantangan Lingkungan
Meski tidak ada pembangunan stadion baru kali ini, perluasan wilayah pertandingan menggeser beban emisi ke sektor transportasi. Sebagai contoh, tim unggulan seperti Inggris dan pendukungnya harus menanggung rute perjalanan fase grup yang sangat melelahkan di Dallas, Boston, dan New Jersey, dengan jarak tempuh total mencapai 1.721 mil.
Cara penonton modern mengonsumsi sepak bola saat ini telah berubah. Jutaan orang kini menonton pertandingan melalui banyak layar (multi-screen), misalnya menonton siaran langsung di televisi sambil memantau statistik dan media sosial lewat ponsel. Penyiaran, streaming, transfer data, dan platform judi bola membutuhkan pasokan energi yang luar biasa besar untuk menggerakkan pusat data (data center), satelit, serta miliaran gawai penonton.
Langkah Mitigasi
Operator Sistem Energi Nasional Britania Raya menyebut setiap pertandingan Inggris atau Skotlandia bisa memicu lonjakan konsumsi listrik tambahan sebesar 600 Megawatt (MW) di dalam negeri. Ahli geografi dari Universitas Lausanne David Gogishvili menilai FIFA kurang memiliki urgensi dalam memangkas jejak karbon.
Pemerintah dan organisasi sepak bola harus segera mengambil langkah untuk mengurangi dampak iklim Piala Dunia 2026. Beberapa langkah yang dapat diambil adalah meningkatkan efisiensi energi, menggunakan sumber energi terbarukan, dan mengurangi konsumsi listrik. Selain itu, pemerintah dan organisasi sepak bola juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengurangi dampak iklim dan menggalakkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi emisi karbon.














Leave a Reply