Portal Berita Lakpesdam Terkini – 07 Juli 2026 | Pemerintah mengerahkan ratusan personel, armada darat, hingga 4 helikopter water bombing untuk menaklukkan api dalam kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Berikut 5 Fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin.
1. Pemadaman Capai 45 Persen
BNPB menyebut operasi penanganan menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari ketujuh, sekitar 45 persen dari total area terbakar berhasil dipadamkan.
“Progres pemadaman mengalami kemajuan yang signifikan mencapai 45 persen dari total lahan terbakar seluas 14 hektare,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
2. 4 Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Pemerintah memperkuat operasi udara dengan menambah 2 helikopter water bombing. Dengan demikian, 4 helikopter diterjunkan untuk menyiram titik api yang sulit dijangkau dari darat.
“Helikopter sebelumnya sudah 2 terus menyiram air. Sekarang ada tambahan 2 lagi jadi 4 helikopter,” beber Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat.
3. Api Dipadamkan dengan Metode Injeksi ke Dalam Timbunan Sampah
Selain penyiraman dari udara, petugas menggunakan metode inject atau menyuntikkan air ke bagian bawah timbunan sampah. Cara ini dilakukan untuk memadamkan bara yang masih tersimpan di dalam.
“Manggala Agni akan melakukan injeksi (pemadaman dari bawah). Teorinya harusnya mati, tetapi kalau panas terus menerus, potensi terbakar lagi ada kalau kami tidak waspada,” kata Jumhur.
4. Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan
Operasi pemadaman melibatkan sekitar 300 personel gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga relawan. Mereka didukung 19 mobil pemadam kebakaran, 4 mobil tangki air, 8 ekskavator, delapan buldozer, serta drone untuk memantau pergerakan api.
“Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat lintas kementerian dan lembaga terus bersinergi mengoptimalkan operasi pemadaman melalui kombinasi satgas darat serta satgas udara,” kata Abdul Muhari.
5. Titik Api Tinggal 3,6 Persen, Tetapi Ancaman Masih Ada
Menteri Lingkungan Hidup menyebut kondisi kebakaran kini jauh lebih terkendali. Dari sebelumnya sekitar 70 persen area membara, kini titik api aktif hanya tersisa sekitar 3,6 persen atau sekitar 1,68 hektare.
“Tadinya sekitar 70 persen daerah ini membara, maka sekarang tinggal 3,6 persen,” jelas Jumhur.
Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran TPA Jatiwaringin telah menyebabkan dampak yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, upaya pemadaman api harus terus dilakukan secara efektif dan efisien untuk mengurangi dampak kebakaran tersebut.














Leave a Reply