Pembangunan Infrastruktur di Sumatera Selatan
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 07 Mei 2026 | Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Betung–Tempino–Jambi di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Dalam rapat tersebut, Cik Ujang menegaskan bahwa Sumatera Selatan tidak boleh tertinggal dari Pulau Jawa dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol.
Kendala Pembebasan Lahan
Padahal, masyarakat sangat berharap ruas tersebut dapat segera beroperasi secara optimal, terutama saat musim mudik Lebaran. Cik Ujang menargetkan dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan ruas tol tersebut sudah dapat difungsikan secara maksimal dengan dukungan seluruh pihak terkait.
Ia juga menyoroti persoalan klasik yang menjadi hambatan utama, yakni pembebasan lahan. Menurutnya, proses tersebut harus dilakukan secara tepat dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.
Perbandingan dengan Pulau Jawa
Cik Ujang turut membandingkan pembangunan infrastruktur di Pulau Jawa yang dinilai lebih cepat meskipun memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Sementara itu, di Sumatera, dengan jarak antardesa yang relatif jauh, pembangunan justru berjalan lebih lambat.
Ruas tol Betung–Tempino ini sudah lama dinantikan masyarakat untuk segera selesai. Selain itu, ia juga menyinggung sejumlah ruas tol lain yang telah rampung, seperti Jambi–Riau dan Jambi–Padang.
Rencana Pembangunan Ruas Tol Lain
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan penuh, khususnya dalam percepatan pembebasan lahan. Tak hanya itu, Cik Ujang juga menyoroti rencana pembangunan ruas tol Prabumulih–Muara Enim–Lahat–Lubuklinggau–Bengkulu.
Ia mendorong agar proses pembebasan lahan untuk ruas tersebut dapat segera dimulai, meskipun pembangunan fisiknya belum berjalan. Ia menambahkan, selain pembebasan lahan, kendala lain yang perlu segera diselesaikan adalah persoalan Hak Guna Usaha (HGU) dan sertifikat hak milik.
Penyelesaian masalah tersebut sangat penting agar proyek strategis nasional ini tidak terus mengalami keterlambatan. Dengan demikian, diharapkan pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 3.000 ASN Brebes Terancam Sanksi Gara-Gara Presensi Fikti… Rencana Rekrutmen CPNS 2026 di Sumatera Utara, 9.759 Form…















Leave a Reply