Portal Berita Lakpesdam Terkini – 29 Juni 2026 | Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memastikan akan kembali melakukan demonstrasi dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak direalisasikan. Salah satu tuntutan yang paling mendesak adalah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian MBG menjadi tuntutan yang paling mendesak karena menghabiskan uang APBN yang sangat besar.
Penolakan MBG
Kepala Bidang Sosial Politik BEM UI, Muhammad Hafizh Hernanda, menyatakan bahwa demonstrasi akan kembali digelar jika tuntutan tidak direalisasikan. “Rakyat akan merebut kembali Bundaran HI. Bukan lagi mahasiswa, melainkan rakyat,” katanya.
3 Kritik BEM UI soal MBG
BEM UI memiliki tiga kritik terhadap program MBG. Pertama, program MBG menghabiskan dana yang sangat besar, yaitu Rp 330 triliun. Menurut Hafizh, dana tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki jalan di berbagai provinsi. Dampak Rp 330 triliun itu menyebabkan anggaran BPJS dipotong, BNPB dalam menangani bencana, dan dana pendidikan berkurang.
Kedua, Hafizh mengkritik pernyataan Kepala Bakom, Muhammad Qodari, yang menyatakan MBG tidak akan dihentikan. Qodari menyebut MBG sebagai janji politik dan sudah ada penerima manfaatnya. Hafizh menilai pernyataan Qodari itu merupakan kesalahan berpikir. Sebab, kebijakan populis tentu sudah ada penerimanya.
Ketiga, Hafizh mengungkapkan bahwa ada 5 hingga 7 orang BEM UI yang ke Aceh, melihat kondisi masyarakat setelah mengalami bencana akhir 2025. Dia mengatakan masyarakat di Aceh masih butuh bantuan. Banyak rumah dan sekolah yang hancur, serta aliran listrik belum normal. Hafizh mengatakan sekolah dan rumah warga masih runtuh. Namun, yang berdiri tegak adalah dapur MBG dan Kopdes Merah Putih.
Dampak MBG
Dampak program MBG sangat besar. Banyak masyarakat yang masih butuh bantuan, namun program MBG justru menghabiskan dana yang sangat besar. Hafizh menilai bahwa program MBG tidak efektif dalam membantu masyarakat. “Apa manfaatnya dapur MBG, kalau tidak ada sekolah? Anak-anak ingin sekolah lagi. Mereka rindu bermain bola dan melihat bendera Merah Putih,” ucapnya.
Program MBG juga memiliki dampak pada anggaran pendidikan. Banyak sekolah yang masih runtuh, namun program MBG justru menghabiskan dana yang sangat besar. Hafizh menilai bahwa program MBG harus dihentikan dan diganti dengan program yang lebih efektif dalam membantu masyarakat.
Kesimpulan Alternatif
Demonstrasi yang digelar oleh BEM UI merupakan bentuk protes terhadap program MBG. BEM UI menilai bahwa program MBG tidak efektif dalam membantu masyarakat dan menghabiskan dana yang sangat besar. Mereka menuntut penghentian program MBG dan diganti dengan program yang lebih efektif. Rakyat juga akan merebut kembali Bundaran HI jika tuntutan tidak direalisasikan. Masyarakat harus menyadari bahwa program MBG tidak efektif dan harus dihentikan.














Leave a Reply