Portal Berita Lakpesdam Terkini – 13 Juni 2026 | Sebanyak 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jogja ditutup setelah dilakukan evaluasi, dipicu masalah pencairan dana hingga belum terpenuhinya persyaratan standar layanan.
Latar Belakang Penutupan Dapur MBG
Sekretaris Daerah Provinsi DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan puluhan SPPG tersebut tidak lagi beroperasi setelah dilakukan peninjauan terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah DIY. Alasannya kebanyakan karena virtual account-nya belum ada sehingga dana belum bisa ditransfer. Ada juga yang belum memenuhi persyaratan standar.
Data Penutupan Dapur MBG
Dari total 97 SPPG yang ditutup, sebanyak 42 dapur MBG terkendala virtual account sehingga anggaran operasional belum dapat dicairkan. Adapun 55 SPPG lainnya dihentikan karena persoalan administrasi dan belum memenuhi sejumlah persyaratan teknis yang ditetapkan.
| No | Jenis Penutupan | Jumlah |
|---|---|---|
| 1 | Virtual Account Belum Ada | 42 |
| 2 | Administrasi dan Persyaratan Teknis | 55 |
Tindak Lanjut dan Pengawasan
Meski demikian, Pemkot Jogja memastikan evaluasi tidak berhenti pada dapur yang ditutup saja. Pengawasan akan terus dilakukan terhadap SPPG yang masih beroperasi agar kualitas layanan dan keamanan pangan tetap terjaga. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Menurut Made, sertifikat tersebut menjadi indikator penting untuk memastikan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat aman dan memenuhi standar kesehatan.
Target kami adalah pemenuhan SLHS. Itu yang paling penting karena berkaitan dengan keamanan pangan, kebersihan lingkungan, hingga pengelolaan limbah. Di sisi lain, pihaknya menegaskan seluruh SPPG harus tetap menjalankan mekanisme operasional yang telah disepakati. Ini termasuk menjaga ekosistem kerja sama dengan sekolah dan memastikan distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan.














Leave a Reply