Kasus Korupsi Laptop Chromebook
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 12 Mei 2026 | Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tengah menjalani sidang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Dalam kesaksianya, Nadiem membantah sejumlah tudingan dari jaksa, termasuk tudingan bahwa dirinya mendapat keuntungan Rp 809 miliar dalam proyek di Kemendikbudristek.
Peran Staf Khusus
Nadiem Makarim mengaku mempekerjakan 2 kelompok orang dari luar kementerian. Satu kelompok ditugaskan menjadi staf khusus menteri (SKM), sedangkan satu tim lagi di bidang teknologi dan insinyur dipekerjakan secara terpisah. Nadiem menjelaskan bahwa orang-orang luar ini dipekerjakan untuk membantu kementerian sesuai keahlian dan kompetensinya, salah satunya digitalisasi.
Staf khusus ini mendapat gaji tambahan dari uang Nadiem pribadi, karena mereka tidak mendapatkan honor tambahan seperti pejabat struktural. Nadiem menjelaskan bahwa staf khusus ini memiliki peran penting dalam membantu kementerian, terutama dalam bidang digitalisasi.
Permendikbud dan Investasi Google
| No | Peran | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Permendikbud No.11/2020 | Mengatur pengadaan laptop dengan sistem Windows |
| 2 | Investasi Google | Google mengucurkan investasi ke Gojek senilai US$59,9 juta |
Jaksa menuding pemilihan laptop dengan sistem Windows adalah langkah Nadiem untuk menyamarkan rencana penggunaan Chrome OS. Nadiem menjelaskan bahwa saksi dari pihak Google menyebut investasi dilakukan untuk menghindari dilusi saham di Gojek.
Spek TIK Kemendikbudristek
Nadiem Makarim menyatakan penandatanganan pengaturan spek alat TIK termasuk laptop berada di level pejabat Dirjen hingga direktur. Dia mengungkapkan kuasa pengguna anggaran di level kementerian mayoritas didelegasikan ke Dirjen terkait.
Nadiem membantah tudingan meneken aturan soal spesifikasi dan penunjukan tim teknis hingga kajian dalam pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Nadiem menambahkan pernah menandatangani kajian dan menteri tidak menandatangani apapun yang berhubungan dengan pengadaan Kemendikbudristek dengan laptop Chromebook selama dirinya menjabat.
Kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook ini masih dalam proses penyelidikan dan sidang. Nadiem Makarim masih membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat tinggi dan proyek yang besar.















Leave a Reply