Portal Berita Lakpesdam Terkini – 03 Juni 2026 | Elite Partai Gerindra, Habiburokhman, menyebut eks Wamenlu Dino Patti Djalal sebagai orang yang paling sok tahu tentang Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Habiburokhman menilai kritik Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri kurang tepat.
Latar Belakang
Habiburokhman mengungkapkan bahwa Dino Patti Djalal, yang pernah menjabat sebagai Wamenlu, seharusnya menghormati langkah pejabat dalam kebijakan luar negeri. Menurutnya, Dino Patti Djalal harus memberi kesempatan kepada orang yang menjabat untuk bekerja dan menghormati keputusan mereka.
Kritik Dino Patti Djalal
Habiburokhman menyebut bahwa kritik Dino Patti Djalal bisa memicu reaksi publik untuk membandingkan kinerja. Menurutnya, publik bisa mempertanyakan apa yang sudah dikerjakan Dino Patti Djalal selama tiga bulan menduduki kursi Wamenlu. Habiburokhman juga menyampaikan bahwa publik bisa mempertanyakan kepentingan Dino Patti Djalal yang melontarkan kritik terhadap frekuensi kunjungan kerja Prabowo Subianto.
Tanggapan Habiburokhman
Habiburokhman mengatakan bahwa dia memiliki hak untuk mengkritik Dino Patti Djalal yang sudah menyoroti frekuensi kunjungan kerja Prabowo Subianto ke sejumlah negara. Menurutnya, ini adalah negara demokrasi, dan setiap orang memiliki hak untuk mengkritik dan menyampaikan pendapatnya.
Habiburokhman juga menyampaikan bahwa dia tidak setuju dengan kritik Dino Patti Djalal yang menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto terlalu banyak melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Menurut Habiburokhman, kunjungan kerja tersebut sangat penting untuk memperkuat hubungan diplomatik dan meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara lain.
| No | Kunjungan Kerja | Tujuan |
|---|---|---|
| 1 | Kunjungan Kerja ke Amerika Serikat | Washington D.C. |
| 2 | Kunjungan Kerja ke Tiongkok | Beijing |
| 3 | Kunjungan Kerja ke Jepang | Tokyo |
Di samping itu, Habiburokhman juga menyampaikan bahwa kritik Dino Patti Djalal bisa memicu perdebatan yang tidak produktif. Menurutnya, perdebatan tersebut bisa mengalihkan perhatian dari isu-isu yang lebih penting dan mempengaruhi keputusan yang diambil oleh pemerintah.
Oleh karena itu, Habiburokhman berharap bahwa Dino Patti Djalal dan pihak lainnya bisa menyampaikan kritik dan pendapat mereka dengan cara yang lebih konstruktif dan tidak memicu perdebatan yang tidak produktif.














Leave a Reply