Pandji Pragiaksono Menilai Kepemimpinan Prabowo dan Gibran
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 21 Juli 2026 | Komika Pandji Pragiwaksono menilai kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjelang dua tahun ini, masih lemah. Pandji mengatakan orang dahulu menilai Prabowo Subianto merupakan macan Asia, sehingga akan garang saat memimpin. Namun, ternyata tidak juga.
Prabowo dan Gibran Belum Menyatu
Pandji menduga Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka belum menyatu dalam memimpin, sehingga keduanya terkesan jalan sendiri-sendiri. Pandji juga menyoroti sejumlah masalah besar yang sedang dihadapi dalam kepemimpinan Prabowo Subianto.
Masalah Kepemimpinan Prabowo
Pertama, yakni masalah hukum. Contohnya, keputusan Presiden Prabowo yang menugaskan Ketua MPR Ahmad Muzani ke Iran, untuk hadir di pemakaman Ali Kahemenei. Penugasan Presiden ke ketua MPR itu, sempat menjadi sorotan. Sebab, keduanya memiliki kedudukan yang setara.
Masalah kedua, yakni etika. Contohnya, keputusan Prabowo dalam mengangkat pejabat. Salah satu contohnya, yakni Dadang Hindayana yang merupakan ahli hama, menjadi kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketiga, adalah komunikasi politik Prabowo Subianto dan jajaran anak buahnya. Contohnya, pernyataan Menteri PPPA Arifah Fauzi. Arifah sempat usul gerbong laki-laki di depan dan belakang rangkaian kereta, seusai terjadinya kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.
Contoh lainnya, pernyataan Yusril Ihza Mahendra yang menyebut 1998 bukan pelanggaran HAM berat dan Fadli Zon meneyatakan tidak ada pemerkosaan massal (1998). Pandji menilai pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan lemahnya kepemimpinan Prabowo dan Gibran.
Untuk itu, Pandji berharap Prabowo dan Gibran dapat meningkatkan kepemimpinan mereka dan menyatu dalam memimpin. Dengan demikian, mereka dapat menghadapi masalah-masalah besar yang sedang dihadapi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.













Leave a Reply