Portal Berita Lakpesdam Terkini – 10 Juni 2026 | Amien Rais meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan joget dan adegan mewah karena hanya memicu kemarahan rakyat. Ketua Majelis Syura Partai Ummat itu mengatakan kondisi bangsa saat ini tidak hanya tidak baik-baik saja, melainkan bergerak makin eksplosif secara sosial politik.
Kondisi Rakyat
Amien Rais mengaku sering mendatangi pengajian di sejumlah daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di sana, dia melihat suasana lesu, terutama di pasar-pasar tradisional. Banyak pasar yang sudah sepi pada pukul 09.00 WIB, padahal masih banyak pedagang yang hanya bengong.
Wajah riang dan ceria ibu-ibu pedagang pasar, sepertinya sudah hilang entah ke mana. Amien Rais mengungkapkan bahwa banyak rakyat yang merasa tidak puas dengan kondisi saat ini. Mereka merasa bahwa pemerintah tidak melakukan apa-apa untuk memperbaiki kehidupan mereka.
Reaksi Rakyat
Amien Rais mengaku sudah menganjurkan para menteri, terutama Presiden Prabowo Subianto, untuk tidak joget-joget lagi. Begitu adegan mewah disiarkan ke publik, reaksi rakyat seragam, yaitu marah dan mengumpat. Amien Rais menyampaikan bahwa semua pun berharap dan berdoa peristiwa people power pada 21 Mei 1998 tidak terulang.
People Power
Amien Rais menjelaskan bahwa kesadaran rakyat Indonesia pada hak asasi manusia dewasa ini sudah sangat mendalam. Jika terjadi semacam people power lagi, scale dan magnitude sudah berkali-kali lebih besar dibandingkan 30 tahun lalu. Amien Rais mengingatkan bahwa rakyat tidak akan lagi diam jika pemerintah tidak melakukan apa-apa untuk memperbaiki kehidupan mereka.
Oleh karena itu, Amien Rais meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan joget dan adegan mewah. Sebaliknya, pemerintah harus fokus pada memperbaiki kehidupan rakyat. Dengan demikian, rakyat akan merasa puas dan tidak akan melakukan aksi protes lagi.














Leave a Reply