Nilai Tukar Rupiah yang Terus Melemah
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 10 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah yang terus melemah telah menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Menurut politisi senior Anas Urbaningrum, depresiasi rupiah ini tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga berpengaruh pada tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Dampak pada Tingkat Kepuasan Publik
Anas Urbaningrum mengatakan bahwa depresiasi rupiah dan anjloknya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) tidak hanya merupakan masalah teknis ekonomi, tetapi juga memiliki dampak pada legitimasi politik. Ia menilai bahwa approval rating atau tingkat kepuasan publik bukan sekadar angka, tetapi juga menyangkut legitimasi politik. Jika kepuasan publik turun, maka dukungan dan elektabilitas juga akan turun, sehingga tantangan pemerintah akan bertambah.
Perbaikan dan Perbaikan yang Nyata
Anas Urbaningrum menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto dituntut untuk makin teliti, cermat, dan presisi dalam mengambil kebijakan. Ia mengingatkan bahwa depresiasi rupiah yang terus terjadi saat ini tidak boleh dianggap gampang. Rumus dasarnya adalah mengantisipasi eksternal dan memperbaiki tata kelola internal. Ia juga mengatakan bahwa perlu adanya ‘pemerkasaan’ tim kerja presiden, termasuk perbaikan komunikasi publik.
Antisipasi dan Perbaikan
Untuk mengatasi keadaan ini, pemerintah perlu mengantisipasi eksternal dan memperbaiki tata kelola internal. Anas Urbaningrum mengatakan bahwa pemerintah perlu dukungan dari masyarakat untuk mengatasi keadaan ini. Ia juga mengingatkan bahwa perbaikan komunikasi publik sangat diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Depresiasi rupiah yang terus terjadi saat ini telah menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera mengambil tindakan untuk mengatasi keadaan ini dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.















Leave a Reply