Portal Berita Lakpesdam Terkini – 12 Juni 2026 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengeluarkan pernyataan kekecewaan atas keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang dilakukan oleh pemerintah. Menurut anggota Komisi VI DPR dari PDIP, Mufti Anam, keputusan ini diambil saat daya beli masyarakat masih tertekan.
Latar Belakang Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga BBM Pertamax ini terjadi dengan tiba-tiba, tanpa adanya sosialisasi yang memadai dan pemberian penjelasan yang jelas kepada masyarakat. Mufti Anam menyoroti bahwa sebagai lembaga pengawasan, DPR tidak pernah memperoleh informasi dan diajak diskusi sebelum keputusan kenaikan harga BBM diambil.
Dampak Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga BBM Pertamax ini dikhawatirkan akan berdampak besar pada masyarakat, terutama pada biaya transportasi, usaha, distribusi, hingga harga kebutuhan pokok. Mufti Anam menekankan bahwa pemerintah seharusnya memahami bahwa BBM bukan sekadar komoditas bagi masyarakat, melainkan memiliki pengaruh yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan.
Keputusan Pemerintah dan Tanggapan PDIP
PT Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026. Harga Pertamax atau RON 92 naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sementara itu, Pertamax Green 95 atau RON 95 naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000. PDIP menilai bahwa keputusan ini tidak hanya terkait dengan kenaikan harga, tetapi juga dengan cara pengambilan keputusan dan komunikasi dengan publik yang tidak transparan.
Mufti Anam menyampaikan bahwa setiap kebijakan yang terkait BBM harus diambil dengan transparan, hati-hati, serta penuh empati pada kondisi rakyat. Ia menekankan bahwa pemerintah harus memahami bahwa keputusan ini akan berdampak besar pada masyarakat dan harus diambil dengan pertimbangan yang matang.
Dalam menghadapi kenaikan harga BBM ini, masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dan mencari cara untuk menghemat penggunaan BBM. Namun, pemerintah juga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM ini, seperti dengan memberikan subsidi atau bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak.
Kesadaran Masyarakat dan Peran Pemerintah
Masyarakat harus menyadari bahwa kenaikan harga BBM ini adalah sebuah fenomena yang kompleks dan memerlukan penanganan yang serius. Pemerintah memiliki peran penting dalam menghadapi kenaikan harga BBM ini, dengan mengambil keputusan yang tepat dan transparan, serta memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat.
Dalam jangka panjang, pemerintah harus mengembangkan kebijakan yang berkelanjutan dan dapat mengurangi ketergantungan pada BBM. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan sumber energi alternatif, seperti energi solar dan energi angin, serta mengembangkan teknologi yang dapat mengurangi penggunaan BBM.
| No | Jenis BBM | Harga Sebelum | Harga Sesudah |
|---|---|---|---|
| 1 | Pertamax (RON 92) | Rp 12.300 | Rp 16.250 |
| 2 | Pertamax Green (RON 95) | Rp 12.900 | Rp 17.000 |
Dengan demikian, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi kenaikan harga BBM ini, serta masyarakat dapat beradaptasi dan menghemat penggunaan BBM. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menghadapi tantangan ini dan mencari solusi yang berkelanjutan.














Leave a Reply