Portal Berita Lakpesdam Terkini – 26 Mei 2026 | Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyebut Presiden Prabowo Subianto sering blunder dalam pidatonya. Pangi menyebut blunder pidato Presiden Prabowo Subianto ini, juga memberi keuntungan bagi Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Blunder Pidato Prabowo Subianto
Pangi menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto yang cenderung blunder, misalnya merespons isu ‘Indonesia gelap’ dengan menyebut itu pandangan buram. Dia juga menyinggung pernyataan Prabowo yang menyarankan orang pesimistis untuk kabur ke Yaman.
“Presiden cukup bicara mengenai layanan dasar. Urus bagaimana kebutuhan dasar (rakyat),” katanya.
Gibran diuntungkan
Pangi menilai pihak yang diuntungkan dari blunder Prabowo Subianto ini merupakan orang terdekatnya, yakni Wapres Gibran Rakabuming Raka. Dia menyebut Gibran Rakabuming Raka dalam satu tahun ini, terlihat jago menjaga sentimen publik, berkurang polemik, dan tidak ada blunder.
“Dia (Gibran) mungkin punya tim yang jago mengelola selera rakyat. Saya menduga, dia sudah belajar algoritma,” ujarnya.
Prabowo disebut tidak punya kerendahan hati
Pangi mempertanyakan tim Presiden Prabowo Subianto belajar mengenai mengelola sentimen publik atau tidak. Sebab, beberapa pidatonya, cenderung menantang rakyat. Dia menjelaskan perilaku pemilih dalam Pemilu di Indonesia, dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya, adalah psikologi.
“Psikologi ini mencakup sederhana, merakyat, rendah hati, dan tegas. Pak Prabowo punya ketegasan, tetapi tidak memiliki kerendahan hati. Itu pekerjaan rumah ke depan,” ucapnya.
Blunder pidato Prabowo Subianto ini juga membuka peluang bagi lawan politiknya untuk menyerangnya. Dengan demikian, Prabowo Subianto perlu memperbaiki kemampuan berpidato dan mengelola sentimen publik untuk meningkatkan popularitasnya.
| No | Kritik | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Blunder pidato | Prabowo Subianto sering blunder dalam pidatonya, seperti merespons isu ‘Indonesia gelap’ dengan menyebut itu pandangan buram. |
| 2 | Gibran diuntungkan | Gibran Rakabuming Raka diuntungkan dari blunder Prabowo Subianto, karena Gibran terlihat jago menjaga sentimen publik dan tidak ada blunder. |
| 3 | Prabowo disebut tidak punya kerendahan hati | Prabowo Subianto disebut tidak punya kerendahan hati, karena beberapa pidatonya cenderung menantang rakyat dan tidak memiliki kerendahan hati. |
Dengan demikian, Prabowo Subianto perlu memperbaiki kemampuan berpidato dan mengelola sentimen publik untuk meningkatkan popularitasnya. Selain itu, Prabowo Subianto juga perlu memperbaiki kerendahan hati dan kemampuan berkomunikasi dengan rakyat untuk meningkatkan kepercayaan publik.














Leave a Reply