Portal Berita Lakpesdam Terkini – 18 Juni 2026 | Mohamad Guntur Romli, kader PDIP, baru-baru ini merespons munculnya kelompok yang mengaku BEM Bersatu yang menuduh PDIP mendalangi aksi mahasiswa menolak Makan Bergizi Gratis (MBG). Guntur Romli menilai ada yang janggal dari kemunculkan kelompok yang mengatasnamakan BEM Bersatu itu.
Latar Belakang Tuduhan
Logika Sesat Pikir
Guntur Romli menyatakan bahwa logika tersebut adalah logika sesat pikir yang hanya dimiliki mahasewa. Dia juga mengungkapkan bahwa nama-nama yang disebutkan BEM Bersatu, yakni Siti Nuraeni dan Letjen (Purn) Setyo Sularso, dipastikan bukan kader atau pengurus PDIP. BEM dari kampus-kampus yang diklaim bagian dari BEM Bersatu juga membantah karena lembaga mereka dicatut tanpa izin.
Tanggapan PDIP
Guntur Romli mengatakan PDIP tidak perlu membayar siapa pun untuk mengkritik kebijakan pemerintah yang gagal. Rakyat sudah cukup kecewa melihat MBG yang anggarannya bocor, dikorupsi, dan tidak tepat sasaran. BEM Bersatu, menurut Guntur Romli, gagal menjadi oposan mahasiswa.
Refleksi dan Tindakan
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kebijakan pemerintah dievaluasi dan dikritik. Apakah kebijakan MBG benar-benar efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Bagaimana pemerintah dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran?
| No | Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|---|
| 1 | Apakah MBG efektif? | Belum terbukti efektif |
| 2 | Bagaimana meningkatkan transparansi? | Menerapkan sistem pengawasan yang ketat |
Perlu dilakukan evaluasi yang lebih mendalam terhadap kebijakan MBG dan tindakan yang lebih nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.













Leave a Reply