Portal Berita Lakpesdam Terkini – 26 Juni 2026 | Kasus dugaan penipuan investasi melibatkan eks pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto dengan korban lebih dari 100 orang dengan kerugian mencapai Rp 25 miliar. Di tengah proses hukum, Bank Mandiri Taspen menggandeng para korban untuk memperkuat literasi keuangan dan membuka posko pengaduan.
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 25 Miliar
Polresta Banyumas menetapkan N alias D sebagai tersangka. Polisi memperkirakan total kerugian korban mencapai sekitar Rp 25 miliar dengan jumlah korban lebih dari 100 orang. Hingga kini baru 25 korban yang melapor dengan nilai kerugian sekitar Rp 5 miliar.
"Hingga saat ini jumlah korban yang telah melapor sebanyak 25 orang dengan total kerugian sekitar Rp 5 miliar," kata Kasatreskrim Polresta Banyumas AKP Ardi Kurniawan.
Bank Mandiri Taspen Membuka 3 Posko Pengaduan
Sebagai bentuk pendampingan, Bank Mandiri Taspen membuka tiga posko pengaduan di Kantor Cabang Purwokerto, Kantor OJK, dan Polresta Banyumas. Selain menerima laporan, bank juga mengajak para korban mengikuti edukasi literasi keuangan agar tidak kembali menjadi sasaran investasi ilegal.
"Bank Mandiri Taspen secara proaktif membuka 3 posko untuk membantu korban penipuan investasi. Kami ingin memastikan setiap pengaduan nasabah dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat," kata Distribution Head 5 (Jateng-DIY) Bank Mandiri Taspen I Putu Agus Sinom Artawan.
Polisi Siapkan Pengembangan ke Dugaan TPPU
Selain menetapkan mantan pegawai berinisial N alias D (36) sebagai tersangka, penyidik akan mengembangkan perkara ke dugaan TPPU. Hal ini untuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan adanya tersangka lain.
"Penyidik juga akan segera mengembangkan penyidikan ke dugaan TPPU guna menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan kasus tersebut, termasuk mencari kemungkinan adanya tersangka baru,” jelas I Putu.
Bank Mandiri Taspen berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan literasi keuangan masyarakat, terutama dalam menghadapi penipuan investasi. Dengan membuka posko pengaduan dan mengajak korban mengikuti edukasi literasi keuangan, bank berharap dapat membantu masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menghindari penipuan investasi.
| No | Kerugian | Jumlah Korban |
|---|---|---|
| 1 | Rp 5 miliar | 25 orang |
| 2 | Rp 25 miliar | lebih dari 100 orang |
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penipuan investasi telah meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan literasi keuangan agar tidak menjadi korban penipuan investasi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menghindari penipuan investasi.
- Perlu peningkatan kesadaran dan literasi keuangan masyarakat
- Perlu kerja sama antara bank dan masyarakat untuk mencegah penipuan investasi
- Perlu peningkatan pengawasan dan penindakan terhadap pelaku penipuan investasi













Leave a Reply