Portal Berita Lakpesdam Terkini – 15 Mei 2026 | Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra meminta aparat membiarkan masyarakat menggelar nonton bareng (nobar) film Pesta Babi. Yusril mengatakan setelah menggelar nobar tersebut, masyarakat bisa melakukan diskusi maupun debat mengenai isi filmnya.
Latar Belakang
Yusril mengatakan bahwa pemerintah juga bisa mengambil pelajaran dari kritik yang disampaikan melalui film itu. Dia memastikan pembubaran nobar film Pesta Babi itu, bukan arahan pemerintah maupun aparat secara terpusat.
Reaksi Yusril Ihza Mahendra
Yusril menyebut tidak semua kampus yang melarang pemutaran film dokumenter yang bertajuk Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita itu. Dia mengungkapkan pelarangan nobar di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, karena masalah prosedur administrasi.
Yusril mengatakan kritik yang disampaikan melalui film itu wajar. Dia juga mengingatkan warga, tidak terpancing dengan judulnya yang menarik. “Nobar kampus lainnya di Bandung dan Sukabumi, berjalan tanpa halangan apa pun,” ucapnya.
Implikasi dan Reaksi Masyarakat
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat telah menunjukkan reaksi yang beragam terhadap film Pesta Babi. Beberapa orang mendukung kebebasan berekspresi dan kebebasan menyampaikan pendapat, sementara yang lain menganggap film itu tidak pantas dan dapat memicu konflik.
Yusril Ihza Mahendra berharap masyarakat dapat menggunakan kesempatan ini untuk melakukan diskusi dan debat yang konstruktif, sehingga dapat memahami berbagai perspektif dan meningkatkan kesadaran akan isu-isu yang diangkat dalam film itu.
Di samping itu, Yusril juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan berekspresi dan kebebasan menyampaikan pendapat, serta menghormati hak-hak asasi manusia. Dia berharap pemerintah dan aparat dapat memahami dan mendukung upaya masyarakat untuk melakukan diskusi dan debat yang konstruktif.















Leave a Reply