Portal Berita Lakpesdam Terkini – 11 Mei 2026 | Kader PDIP Mohamad Guntur Romli merespons langkah aparat menghentikan pemutaran film Pesta Babi di sejumlah tempat.
Latar Belakang
Guntur Romli mengatakan bahwa Pesta Babi adalah film dokumenter, bukan horor, porno, fiksi, atau karangan sutradara. Film itu merekam tangis hutan yang roboh, menangkap suara masyarakat adat yang tersisih. Film itu realitas di Tanah Papua.
Reaksi Guntur Romli
Guntur Romli menilai penghentian film itu merupakan lonceng kematian akal sehat, bagi demokrasi Indonesia. Jika film itu salah, bantah memakai data. Kalau narasinya keliru, buka ruang debat. Tindakan membubarkan nobar, bukan solusi. Itu bentuk kepanikan.
Indonesia merupakan negara demokrasi. Namun, kebebasan berekspresi seolah hanya untuk narasi manis. Begitu kamera menyorot luka di balik proyek raksasa, aparat datang membawa larangan dengan alasan stabilitas dan kondusivitas.
Kritik terhadap Aparat
Guntur Romli mengatakan menghalangi publik melihat fakta lapangan, merupakan pengkhianatan terhadap ilmu pengetahuan. Siapa sebenarnya yang ingin dilindungi di negeri ini? Rakyat Papua yang kehilangan ruang hidup atau mereka yang berpesta pora di atas eksploitasi?
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya dilindungi oleh aparat. Apakah rakyat Papua yang kehilangan ruang hidup atau mereka yang berpesta pora di atas eksploitasi? Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang jelas dan tegas dari pemerintah dan aparat.
Kesadaran dan Aksi
Oleh karena itu, perlu ada kesadaran dan aksi dari masyarakat untuk memperjuangkan kebebasan berekspresi dan keadilan bagi rakyat Papua. Masyarakat harus menyadari bahwa film Pesta Babi bukan hanya sekedar film, tetapi juga merupakan refleksi dari kondisi sosial dan politik di Indonesia.
Dengan demikian, perlu ada upaya untuk memperjuangkan kebebasan berekspresi dan keadilan bagi rakyat Papua. Masyarakat harus terus memantau dan memperjuangkan hak-hak mereka, serta menuntut pemerintah dan aparat untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka. Saiful Mujani Sebut Prabowo Subianto Sering Mengadu Domba… PDIP Tolak Usul RUU Pemilu Diserahkan ke Pemerintah Yusril Ihza Mahendra Minta Aparat Mempersilakan Warga Nob…















Leave a Reply