Portal Berita Lakpesdam Terkini – 19 Juli 2026 | Suplemen melatonin berpotensi mengurangi nyeri muskuloskeletal (otot, tulang, dan sendi). Hal ini membuka peluang terapi baru bagi pasien yang sulit sembuh. Sebuah tinjauan terhadap 23 uji klinis menyebut melatonin tidak hanya meningkatkan kualitas tidur penderita nyeri muskuloskeletal kronis, tetapi juga menurunkan intensitas nyeri.
Penelitian dan Temuan
Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas melatonin setara dengan beberapa jenis obat konvensional. "Kami tidak mengatakan melatonin harus menggantikan obat penghilang rasa sakit. Namun, hasil awal penelitian ini sangat menjanjikan," ujar Direktur Pusat Penelitian Muskuloskeletal di Universitas Sydney Paulo Ferreira.
Pengobatan Nyeri Otot dan Sendi Kronis
Selama ini, penderita nyeri otot dan sendi kronis memiliki pilihan pengobatan yang sangat terbatas. "Dunia medis saat ini kekurangan obat penghilang rasa sakit yang benar-benar efektif," ujar Ferreira. Umumnya, pengobatan terbagi menjadi tiga opsi. Pertama, asetaminofen (parasetamol) yang efeknya dinilai tidak lebih baik daripada plasebo. Kedua, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) memberikan sedikit bantuan, tetapi tidak menyembuhkan akar masalah. Ketiga, opioid memiliki risiko ketergantungan dan bahaya efek samping yang besar, sehingga hanya cocok untuk cedera akut jangka pendek.
Manfaat Melatonin
Mengingat mahalnya biaya pengembangan obat baru, pemanfaatan kembali suplemen yang sudah teruji aman seperti melatonin menjadi angin segar bagi para peneliti. Selain harganya terjangkau dan mudah didapat, melatonin dinilai minim risiko. Dalam analisisnya, para peneliti membagi data pasien menjadi dua kelompok, penderita nyeri kronis dan penderita nyeri pasca-operasi. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pada kelompok nyeri kronis, melatonin sukses mengurangi rasa sakit dan memperbaiki kualitas tidur. Dalam beberapa kasus, suplemen ini mengungguli obat-obatan jenis NSAID.
Para ahli pun sepakat bahwa melatonin sebaiknya dipandang sebagai salah satu opsi terapi pendukung, bukan obat dewa yang instan. Dengan demikian, penderita nyeri otot dan sendi kronis dapat memiliki harapan baru untuk mengurangi gejala yang mereka alami. Namun, perlu diingat bahwa melatonin harus digunakan bajo pengawasan dokter dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan medis yang tepat.















Leave a Reply