Portal Berita Lakpesdam Terkini – 17 Juni 2026 | Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menanggapi aksi protes mahasiswa saat acara para menteri di Auditorium Joglo, GIK, UGM, Senin (15/6) malam. Guntur Romli mengatakan mahasiswa pantas protes terhadap acara para menteri itu, karena pembicaranya hanya satu jenis.
Latar Belakang Protes
Narasumber yang Tidak Berimbang
Guntur Romli menyebut narasumber dari acara itu, hanya pihak puasa alias tidak cover both side. “Pasti tidak ada dialog, debat, dialektika, tetapi propaganda murahan. Kampus bukan panggung pencitraan para menteri,” ujarnya.
Acara yang Mengusung Tema Bagus
Acara tersebut dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. Sementara itu, politikus senior Anas Urbaningrum menilai acara tersebut, mengusung tema yang bagus, narasumber keren, dan pembaca acara mantap.
Eks Ketua Partai Kebangkitan Nusantara itu mengatakan acara akan lebih bagus, dengan menghadirkan narasumber yang berimbang. “Stok di UGM, tentu berlimpah. Narasumber berimbang, agar ada totalitas pembahasan dan perdebatan. Dialogis, bukan cenderung searah,” ucapnya.
| Narasumber | Jabatan |
|---|---|
| Nusron Wahid | Menteri ATR/BPN |
| Sudaryono | Wakil Menteri Pertanian |
| Budiman Sudjatmiko | Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan |
Protes mahasiswa dalam diskusi menteri di UGM, acara disebut propaganda murahan. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa menteri dan pejabat tinggi, namun mahasiswa merasa bahwa acara tersebut tidak berimbang dan hanya menguntungkan pihak pemerintah. Mahasiswa juga merasa bahwa acara tersebut menghina tradisi intelektualitas kampus dan tidak memungkinkan adanya dialog dan debat yang sehat.














Leave a Reply