Latar Belakang
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 23 Mei 2026 | Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa rakyat tidak bermimpi menjadi kaya raya, melainkan ingin hidup layak. Pernyataan ini menuai sorotan dari berbagai pihak, termasuk politisi PDIP, Guntur Romli. Menurut Guntur, tidak ada yang berhak mendefinisikan mimpi rakyat, termasuk presiden sekalipun.
Kekayaan Prabowo Subianto
Guntur Romli menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto dan mengaitkannya dengan kekayaan pribadi presiden. Menurut data yang ada, kekayaan Prabowo Subianto mencapai Rp 2 triliun. Guntur Romli mengatakan bahwa rakyat juga ingin kaya seperti presiden, tetapi tidak harus memiliki kekayaan sebesar itu.
Mimpi Rakyat
Mimpi adalah milik pribadi setiap orang, dan semua yang bekerja keras bercita-cita kaya. Seorang ibu pedagang kaki lima menginginkan punya restoran sendiri, buruh tani pun berharap punya sawah sendiri. Buruh UMKM bermimpi menjadi pengusaha dan punya perusahaan besar, pegawai bermimpi ingin menjadi petinggi dengan gaji tinggi.
Kebijakan Pemerintah
Guntur Romli menilai bahwa saat negara sudah memutuskan rakyat cukup hidup layak, yang lahir adalah kebijakan sekadarnya. Bansos dibagikan, bantuan datang sesekali, bagi-bagi MBG sudah merasa layak dan cukup. Tidak ada jalan yang sungguh-sungguh untuk menuju kemakmuran. Negara wajib menciptakan kekayaan, karena kemakmuran adalah hak dan bukan hadiah.
Sebagai penutup, pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang rakyat yang cukup hidup layak menuai sorotan dari berbagai pihak. Rakyat juga ingin kaya seperti presiden, tetapi tidak harus memiliki kekayaan sebesar Rp 2 triliun. Yang terpenting adalah negara wajib menciptakan kekayaan dan memastikan kemakmuran sebagai hak rakyat, bukan hadiah.














Leave a Reply