Portal Berita Lakpesdam Terkini – 17 Juni 2026 | Memiliki tubuh kurus dengan cara instan memang menggoda, tetapi ada konsekuensi serius di balik diet ketat. Meski efektif mengecilkan lingkar pinggang dalam waktu singkat, pola makan yang terlalu restriktif justru menyimpan berbagai risiko kesehatan jangka panjang.
Apa Risiko Diet Ketat?
Pakar gizi Feni Nugraha mengatakan pelaku diet ekstrem sering mengabaikan konsumsi serat demi defisit kalori. Akibatnya, fungsi pergerakan usus terganggu dan memicu sembelit kronis. Menurut Feni, serat sangat penting karena mampu menarik air ke usus besar untuk melunakkan feses.
Tanpa serat yang cukup, seseorang bisa tidak buang air besar hingga enam hari. Kondisi ini berisiko menyebabkan feses berdarah. Selain melancarkan pencernaan, serat juga berperan penting menjaga 70% sistem imun yang terletak di saluran cerna.
Bagaimana Mencukupi Kebutuhan Serat?
Untuk mencukupi 80% kebutuhan serat harian (sekitar 20 gram), konsumsilah 3-5 porsi sayur dan 2-3 porsi buah setiap hari. Kekurangannya bisa dilengkapi dengan kacang-kacangan atau biji-bijian. Konsumsi juga minimal lima buah dan sayur berwarna hijau, merah, kuning, ungu, serta putih yang memberikan perlindungan antioksidan bagi tubuh.
Jangan takut makan nasi karena ada mineral penting seperti zat besi, fosfor, dan magnesium yang sering hilang saat seseorang menjalani diet ketat.
Risiko Batu Empedu
Risiko lain yang jarang disadari ialah munculnya batu empedu. Penurunan berat badan lebih dari 1,5 kg per minggu biasanya terjadi karena asupan lemak yang sangat rendah. Secara fisiologis, kantong empedu hanya akan memompa cairan jika ada lemak yang masuk ke usus untuk dicerna.
Jika lemak sama sekali tidak dikonsumsi, cairan empedu akan mengendap di dalam kantong, mengkristal, dan perlahan menjadi batu empedu. Itulah sebabnya, diet yang sehat tetap memerlukan asupan lemak, terutama jenis lemak sehat.
Diet ketat memang bisa membuat tubuh kurus lebih cepat, tetapi perlu diingat bahwa kesehatan jangka panjang lebih penting daripada penurunan berat badan yang cepat. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter sebelum memulai diet apa pun.














Leave a Reply