Portal Berita Lakpesdam Terkini – 18 April 2026 | Jimly Asshiddiqie adalah nama yang sangat dikenal dalam sejarah hukum dan keadilan di Indonesia. Ia merupakan seorang ahli hukum dan yuris yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan sistem hukum di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Jimly Asshiddiqie telah banyak membicarakan tentang pentingnya independensi kehakiman dan peran peradilan militer dalam sistem hukum Indonesia.
Peran Peradilan Militer dalam Sistem Hukum Indonesia
Menurut Jimly Asshiddiqie, peradilan militer harusnya hanya berlaku saat perang. Ia mengatakan bahwa peradilan militer tidak boleh digunakan untuk mengadili warga sipil dalam keadaan normal. Hal ini karena peradilan militer memiliki karakteristik yang berbeda dengan peradilan sipil, yaitu lebih mengutamakan keamanan dan ketertiban daripada hak asasi manusia. Oleh karena itu, peradilan militer hanya seharusnya digunakan dalam keadaan darurat atau perang.
Jimly Asshiddiqie juga mengatakan bahwa peradilan militer dulu paling terkenal untuk mengadili PKI (Partai Komunis Indonesia). Ia mengatakan bahwa peradilan militer telah digunakan untuk mengadili warga sipil yang dituduh sebagai anggota PKI, tanpa memperhatikan hak asasi manusia mereka. Hal ini menunjukkan bahwa peradilan militer telah digunakan sebagai alat untuk mengontrol dan menindas warga sipil.
Pentingnya Independensi Kehakiman
Jimly Asshiddiqie juga menekankan pentingnya independensi kehakiman dalam sistem hukum Indonesia. Ia mengatakan bahwa kehakiman yang independen sangat penting untuk menjaga hak asasi manusia dan memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil. Oleh karena itu, kehakiman harus bebas dari pengaruh eksternal, termasuk pengaruh politik dan ekonomi.
Ia juga mengatakan bahwa independensi kehakiman dapat dicapai dengan cara memastikan bahwa hakim dan pejabat hukum lainnya bebas dari tekanan dan pengaruh eksternal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan hakim dan pejabat hukum lainnya kebebasan untuk mengambil keputusan berdasarkan hukum dan bukti, tanpa memperhatikan tekanan dari luar.
Cerita Jimly Asshiddiqie Marahi Polisi
Jimly Asshiddiqie juga pernah marahi polisi karena fotokopi bukunya. Ia mengatakan bahwa polisi telah melanggar hukum dengan membuat fotokopi bukunya tanpa izin. Hal ini menunjukkan bahwa Jimly Asshiddiqie sangat peduli dengan hak cipta dan hukum.
Ia juga mengatakan bahwa polisi harusnya lebih peduli dengan hukum dan hak asasi manusia, daripada hanya mengutamakan keamanan dan ketertiban. Hal ini menunjukkan bahwa Jimly Asshiddiqie sangat peduli dengan hak asasi manusia dan keadilan.
| No | Nama | Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | Jimly Asshiddiqie | Ketua Mahkamah Konstitusi |
- Jimly Asshiddiqie adalah seorang ahli hukum dan yuris
- Ia telah berkontribusi besar dalam pembangunan sistem hukum di Indonesia
- Ia sangat peduli dengan hak asasi manusia dan keadilan
Dalam kesimpulan, Jimly Asshiddiqie adalah figur penting dalam sejarah hukum dan keadilan di Indonesia. Ia telah berkontribusi besar dalam pembangunan sistem hukum di Indonesia dan sangat peduli dengan hak asasi manusia dan keadilan. Oleh karena itu, kita harus sangat menghargai dan menghormati kontribusi Jimly Asshiddiqie dalam pembangunan sistem hukum di Indonesia. Perceraian: Aspek Hukum, Psikologi, dan Sosial Kejati Jabar Tahan Jaksa Banten Terkait Kasus KSP Pandawa… Pegawai BRI Kaliasin Surabaya Terjerat Korupsi Rp2,9 Miliar 6 Orang Jadi Tersangka Anarkis Hari Buruh di Bandung, May… Natalius Pigai Soal Amien Rais Bicara Seskab Teddy, Didug… Ditahan, Dokter Richard Lee Minta Agamanya Tidak Diperdeb…















Leave a Reply