Portal Berita Lakpesdam Terkini – 25 Mei 2026 | Gunung Awu di Pulau Sangihe telah meningkat statusnya menjadi level III atau siaga karena peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik sejak April 2024. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan bahwa peningkatan ini terutama disebabkan oleh gempa vulkanik dangkal.
Latar Belakang Peningkatan Aktivitas
Gunung Awu memiliki riwayat peningkatan kegempaan yang signifikan. Pada 24 dan 25 Agustus 2024, terjadi peningkatan suara gempa vulkanik dengan 364 kali kejadian gempa vulkanik dangkal. Pemantauan kegempaan pada 1-18 Mei 2026 menunjukkan adanya 519 kali gempa vulkanik dangkal, 24 kali gempa vulkanik dalam, 4 kali gempa tektonik lokal, dan 454 kali gempa tektonik jauh.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Masyarakat direkomendasikan untuk tidak memasuki dan tidak beraktivitas dalam wilayah radius 4 kilometer dari pusat kawah Gunung Awu. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Penting untuk tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunung Awu.
Pantauan Aktivitas Gunung Awu
Pada 19 Mei 2026, pukul 00.00-12.00 WITA, tercatat 74 kali gempa vulkanik dangkal dan 3 kali gempa vulkanik dalam. Hembusan asap kawah teramati berwarna putih tipis hingga sedang dengan ketinggian berkisar antara 10-200 meter di atas kubah lava. Lana Saria mengingatkan bahwa peningkatan aktivitas kegempaan ini perlu diwaspadai karena Gunung Awu mengalami beberapa kali peningkatan kegempaan sejak 2024 dan karakter erupsi berlangsung dengan cepat.
Badan Geologi terus memantau aktivitas Gunung Awu dan akan mengeluarkan informasi terkini jika ada perubahan signifikan. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan pemerintah setempat untuk memastikan keselamatan mereka.














Leave a Reply