Portal Berita Lakpesdam Terkini – 10 Mei 2026 | Mendengkur pada anak tidak boleh lagi dianggap remeh karena bisa jadi indikasi adanya gangguan pernapasan. Dokter gigi Mark Burhenne mengatakan kebiasaan tersebut akan berdampak buruk pada kualitas hidup anak.
Gangguan Pernapasan pada Anak
Beberapa kondisi yang sering dianggap sepele sebenarnya gejala gangguan pernapasan saat tidur, seperti mendengkur keras dan bernapas melalui mulut, sering mengantuk di siang hari, mengompol, berjalan saat tidur, sering terbangun karena tersedak, gelisah, serta berkeringat berlebihan di malam hari.
Apnea Tidur
Salah satu gangguan yang paling diwaspadai ialah apnea tidur. Kondisi ini menyebabkan pernapasan terhenti berulang kali saat tidur. Obstructive sleep apnea (OSA) terjadi karena otot tenggorokan terlalu rileks, sehingga menghambat jalur udara ke paru-paru. Diperkirakan 1-5% anak di dunia mengalami kondisi ini.
Dampak Apnea Tidur
Apnea tidur tidak hanya mengganggu istirahat, tetapi juga memicu masalah kesehatan yang lebih besar. Anak bisa mengalami gangguan belajar, masalah perilaku di sekolah, dan kelelahan kronis yang menghambat aktivitas. Ada risiko penyakit serius di masa depan seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Orang tua harus segera melakukan konsultasi medis jika menemukan tanda tersebut pada buah hati. Setiap anak berhak mendapatkan tidur yang nyenyak.
| Gangguan Pernapasan | Gejala |
|---|---|
| Apnea Tidur | Pernapasan terhenti berulang kali saat tidur |
| Obstructive Sleep Apnea (OSA) | Otot tenggorokan terlalu rileks, menghambat jalur udara ke paru-paru |
Orang tua perlu memperhatikan gejala-gejala tersebut dan segera melakukan konsultasi medis jika menemukan tanda-tanda gangguan pernapasan pada anak. 3 Tips Praktis Mengatasi Anak Demam di Malam Hari 3 Manfaat Minum Air Kunyit bagi Tubuh, Ampuh Meredakan Pe…















Leave a Reply