Portal Berita Lakpesdam Terkini – 14 Mei 2026 | Kader PDIP Mohamad Guntur Romli menyampaikan kritik terhadap rencana pemerintah memakai APBN untuk menggaji 30 ribu manajer Koperasi Desa Merah Putih. Guntur Romli menilai pemberian gaji kepada manajer Kopdes Merah Putih, memakai dana APBN adalah bentuk pemborosan yang berpotensi menimbulkan masalah.
Kritik Kader PDIP Soal Rencana Gaji Bagi Manajer Kopdes Merah Putih
Guntur Romli mengatakan koperasi adalah badan usaha milik anggota, dan bukan bagian dari birokrasi. “Kalau pengelolanya mendapatkan gaji yang disubsidi negara, itu sama saja proyek dinas,” katanya. Dia menyebut bisnis yang sehat adalah yang bisa tumbuh dari keringat usaha. Jika tidak ada beban mengejar keuntungan, dikhawatirkan manajer menjadi malas.
Ada Muatan Politik
Guntur Romli menduga ada kepentingan politik dalam rencana pemberian subsidi gaji untuk 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih. Dia mengungkapkan 30 ribu orang manajer itu tersebar sampai pelosok desa. Mereka dikontrak hingga menjelang 2029. “Ini kampanye terselubung yang dibungkus memakai label pemberdayaan ekonomi. Ini yang disebut politik Gentong Babi,” ujarnya.
Bentuk Diskriminatif
Guntur Romli mengatakan penggunaan APBN untuk gaji manajer Kopdes Merah Putih itu, juga bentuk diskriminatif terhadap koperasi yang sudah ada lebih dahulu. Dia juga menilai jika Kopdes Merah Putih itu mati setelah subsidi dicabut, negara mengalami kerugian besar. “Ada bayi koperasi yang lahir, langsung disuapi APBN. Sementara, UMKM dipaksa meminjam uang bank dengan bunga tinggi,” ucapnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing koperasi dan UMKM. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan akses ke pasar, keterbatasan sumber daya, dan keterbatasan kemampuan manajemen. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus meningkatkan dukungan dan bantuan untuk koperasi dan UMKM, sehingga mereka dapat berkembang dan menjadi salah satu pilar ekonomi nasional.
| No | Koperasi | Jumlah Anggota | Omzet |
|---|---|---|---|
| 1 | Kopdes Merah Putih | 30.000 | Rp 100 Miliar |
| 2 | Kopdes Biru | 20.000 | Rp 50 Miliar |
| 3 | Kopdes Hijau | 15.000 | Rp 30 Miliar |
Dalam tabel di atas, dapat dilihat bahwa Kopdes Merah Putih memiliki jumlah anggota dan omzet yang paling besar dibandingkan dengan koperasi lainnya. Namun, perlu diingat bahwa koperasi seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah anggota dan omzet, tetapi juga dari kemampuan dan kekuatan internalnya.
Untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatan internal koperasi, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya, seperti memberikan pelatihan dan pendidikan untuk pengurus dan anggota koperasi, menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang memadai, serta memberikan akses ke pasar dan sumber daya yang lebih luas.
Dengan demikian, koperasi dapat menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan berkelanjutan, serta dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian nasional.















Leave a Reply