Portal Berita Lakpesdam Terkini – 16 Mei 2026 | Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah, mengkritik perayaan Milangkala Tatar Sunda yang menelan APBD sekitar Rp 2,8 miliar. Pemprov Jawa Barat menggelar Milangkala Tatar Sunda di sembilan kabupaten atau ota pada 2 sampai 18 Mei 2026.
Latar Belakang Perayaan
Maulana mengatakan rangkaian acara itu hanya bersandar pada penetapan tanggal 18 Mei dengan dasar peristiwa pada 669 Masehi. Dia menyampaikan tidak ada dasar pasti menjelaskan rangkaian acara, harus digelar selama 16 hari. Maulana menyebut kegiatan itu juga tidak konsisten pada sejarah Tatar Sunda.
Perayaan ini dimulai dari Sumedang dan berakhir di Kota Bandung, dengan 9 daerah yang dilibatkan. Maulana mengungkapkan bahwa kegiatan ini mengajarkan sejarah Sunda yang salah terhadap warga Jawa Barat. Pemerintah wajib memperbaikinya, katanya.
Kritik Terhadap Penggunaan Anggaran
Maulana meminta Pemprov Jawa Barat tanggung jawab dengan transparan dalam pemakaian anggaran kegiatan yang berasal dari pajak rakyat. Dia mengungkapkan anggaran kegiatan sebesar Rp 2,7 miliar, hanya untuk empat kabupaten.
Maulana menyarankan penghentian sementara kegiatan itu, dan dievaluasi dengan melibatkan para ahli sejarah Sunda. Biarkan anak-anak dan warga Jawa Barat mencintai sejarah dan budaya Sunda dengan referensi pasti, bukan lahir dari cinta buta, ucapnya.
Implikasi dan Harapan
Perayaan Milangkala Tatar Sunda ini harus dijalankan dengan transparan dan akuntabel. Pemerintah harus memastikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membuang anggaran, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat.
Harapan Maulana adalah bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mempromosikan sejarah dan budaya Sunda yang benar, dan tidak hanya sebagai acara seremonial belaka. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Jawa Barat dapat lebih mengenal dan mencintai sejarah dan budaya mereka sendiri.















Leave a Reply