Portal Berita Lakpesdam Terkini – 23 Juni 2026 | Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menyatakan bahwa kenaikan harga Pertamax tidak akan berdampak signifikan pada harga kebutuhan pokok. Hal ini disebabkan karena distribusi barang dan jasa mayoritas menggunakan BBM bersubsidi, sehingga kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan berdampak signifikan.
Latar Belakang Kenaikan Harga
Kenaikan harga Pertamax perlu disikapi dengan bijaksana karena penyesuaian harganya mengikuti nilai keekonomian energi. Abdul Rahman menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia disebabkan oleh dinamika geopolitik. Oleh karena itu, kenaikan harga Pertamax bukanlah keputusan yang mudah diambil.
Dampak Kenaikan Harga
Abdul Rahman mengungkapkan bahwa konsumen BBM Pertamax umumnya adalah masyarakat kelas menengah ke atas. Masyarakat kelas menengah ke atas memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menyesuaikan pola konsumsinya. Pemakaian Pertamax lebih banyak terkait preferensi terhadap kualitas bahan bakar dan kenyamanan berkendara.
Penyesuaian Harga
Dampak utama kenaikan harga Pertamax adalah pada penyesuaian kenyamanan pengguna terhadap harga baru. Abdul Rahman menjelaskan bahwa makin lama Pertamina menahan penyesuaian harga, makin besar beban keuangan yang harus ditanggung. Oleh karena itu, kenaikan harga Pertamax perlu dilakukan untuk mengurangi beban keuangan tersebut.
Kenaikan harga Pertamax juga perlu dipandang dari sisi ekonomi. Dengan kenaikan harga Pertamax, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar dan mengurangi konsumsi BBM. Hal ini dapat membantu mengurangi beban keuangan negara dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi.














Leave a Reply