Portal Berita Lakpesdam Terkini – 08 Mei 2026 | Mendiang dokter muda Myta Aprilia Azmi diduga bekerja 51,4 jam seminggu, jam kerja terbanyak saat menjadi dokter magang di RSUD KH Daud Arif. Plt Inspektur Jenderal Kemenkes Rudi Supriatna Nata Saputra mengatakan dokter Myta memiliki jam kerja terbanyak 51,4 jam seminggu.
Latar Belakang
Per harinya nggak boleh lebih dari 8 jam. Nah, jadi, dokter MAA selama periode Februari-April bertugas di UGD. Masih terdapat jam kerja yang lebih batas ketentuan, 48 jam, kata Rudi.
Aturan kehadirannya adalah dokter internship pada stase bangsal dapat on call setelah selesai visit dokter, standby di RS atau di indekos. Namun, umumnya peserta lebih memilih tetap di RS hingga selesai waktu jaganya.
Manipulasi Jadwal dan Presensi
Rudi menjelaskan patut diduga pendamping melakukan manipulasi jadwal dan presensi peserta internship. Hal ini terbukti dari chat antara dr J dan seorang peserta magang. Dokter J meminta peserta untuk mengedit jadwal.
Ini data-datanya sudah lihat dan dr MAA yang wafat tadi juga tertanda tangani. Ini ditandatangani salah satu peserta internship, atas perintah dokter pendamping tadi, tutur Rudi.
Pemaksaan Tanda Tangan
Rudi mengungkapkan dalam chat tersebut ada pemaksaan tanda tangan seolah-olah untuk Kemenkes. Katanya sudah tahu kami mau investigasi begitu, kan. Dia buat kronologi buat dia aman, beber dia.
Oknum Dokter yang Mengandalkan Dokter Magang
Di sisi lain, selama bertugas di stase IGD terutama malam hari, ada oknum dokter lebih mengandalkan dokter magang untuk menangani pasien. Alasannya, dokter magang tersebut agar lebih banyak belajar.
Kenyataannya, oknum dokter tersebut malah ke kantin untuk merokok. Dokter muda yang dalam tanda petik dia masih butuh bimbingan atas pelaksanaan praktik kedokterannya. Sehingga tentunya tanpa arahan bimbingan khawatir ini ada kesalahan dalam pemberian penanganan kepada pasien di UGD, terang dia.
Dengan demikian, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di RSUD KH Daud Arif. Apakah benar dokter Myta bekerja 51 jam seminggu? Apakah ada manipulasi jadwal dan presensi? Apakah oknum dokter tersebut memang mengandalkan dokter magang untuk menangani pasien?
| Jam Kerja | Hari | Tanggal |
|---|---|---|
| 51,4 jam | Minggu | Februari-April |
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, perlu dilakukan penyelidikan yang lebih mendalam. Dengan demikian, dapat diketahui apa yang sebenarnya terjadi di RSUD KH Daud Arif dan bagaimana cara mencegah hal-hal seperti ini terjadi di masa depan.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan investigasi yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa hak-hak pasien dan dokter magang dilindungi dan dihormati.
Akhirnya, perlu diingat bahwa kesehatan dan keselamatan pasien adalah prioritas utama. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi di masa depan. Cegah Kanker dengan Puasa Intermiten, Tubuh Bisa Membersi… Polri Bangun 1.500 SPPG untuk Mendukung Program Makan Ber…















Leave a Reply