Portal Berita Lakpesdam Terkini – 16 Juni 2026 | Polda Metro Jaya menegaskan bahwa aparat yang mengamankan demo mahasiswa di Jakarta hari ini, Senin (15/6), harus mengedepankan pendekatan humanis, menahan emosi, dan tidak membawa senjata api di lapangan.
Pendekatan Humanis dan Pengamanan
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan bahwa para peserta demo di Jakarta ini bukanlah lawan aparat, melainkan warga negara yang sedang menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
"Mereka yang turun ke jalan adalah saudara kami yang menggunakan haknya untuk menyampaikan aspirasi. Tugas kami memastikan aspirasi itu tersalurkan dengan aman, tertib, dan terkendali," ujar Asep.
Tindakan Pengamanan
Kapolda juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak mudah terpancing provokasi selama pengamanan berlangsung. Personel diminta tetap sabar, tenang, dan profesional dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
"Seluruh personel harus menjaga emosi, tetap sabar, tenang, dan bertindak secara proporsional," tegas dia.
Pihaknya melarang anggota membawa senjata api selama pengamanan aksi demo. Kapolda bahkan meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) melakukan pemeriksaan ketat terhadap seluruh perlengkapan anggota sebelum diterjunkan.
Antisipasi Potensi Gangguan Keamanan
"Tidak ada senjata api. Propam wajib memastikan dan memvideokan pemeriksaan perlengkapan seluruh personel sebelum bertugas," beber dia.
Selain itu, Asep menegaskan bahwa seluruh tindakan pengamanan harus berjalan di bawah satu komando. Tidak boleh ada anggota yang bertindak sendiri tanpa instruksi pimpinan.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, tim Bhabinkamtibmas, Raimas, dan Raisa diterjunkan melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya provokator maupun benda berbahaya di sekitar lokasi aksi.
Kapolda juga menginstruksikan setiap regu Sabhara dan Brimob membawa alat pemadam api ringan (APAR) guna mengantisipasi apabila terjadi aksi pembakaran ban saat demonstrasi berlangsung.
Asep mengingatkan kehadiran aparat di lapangan bertujuan menjaga keamanan masyarakat, bukan menciptakan konflik dengan peserta aksi.
"Kami hadir untuk melindungi, bukan untuk membenturkan. Laksanakan tugas dengan kepala dingin dan hati yang teguh," jelas dia.
Dengan demikian, diharapkan pengamanan aksi demo di Jakarta dapat berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali, sehingga aspirasi masyarakat dapat disampaikan dengan efektif.














Leave a Reply