Kasus Keracunan Makanan
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 06 Juni 2026 | Sebanyak 12 orang siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan masih dirawat di Puskesmas Kokop karena diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Total ada 84 orang siswa yang diduga menjadi korban keracunan MBG.
Kasus dugaan keracunan makanan di SMA Negeri 1 Kokop Bangkalan itu terjadi pada Kamis (4/6). Mereka kemudian mengalami mual dan muntah-muntah setelah mengonsumsi MBG tersebut. Tidak hanya siswa, sejumlah orang tua juga mengalami keracunan, karena sebagian menu MBG tersebut dibawa pulang.
Investigasi dan Penanganan
Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam dengan meminta keterangan kepada para korban dan mengamankan sampel makanan. Satgas MBG Bangkalan telah mendatangi penyedia makanan secara langsung dan meninjau kondisi penyedia makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menemukan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) belum diperbarui.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan terkait kasus ini untuk melakukan uji klinis. Petugas medis sudah mengamankan sampel makanan sisa dan sampel muntahan dari siswa terdampak, dibawa dan diperiksa secara intensif di laboratorium Surabaya.
Dampak dan Tindakan Lanjutan
Kasus keracunan makanan di SMAN 1 Kokop Bangkalan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan orang tua siswa. Pihak sekolah dan pemerintah setempat harus segera mengambil tindakan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.
Perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap sistem penyediaan makanan di sekolah dan memastikan bahwa semua penyedia makanan memenuhi standar kesehatan dan keamanan makanan. Selain itu, perlu dilakukan edukasi kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya keamanan makanan dan cara menghindari keracunan makanan.
| No | Jumlah Siswa Terdampak | Jumlah Orang Tua Terdampak |
|---|---|---|
| 1 | 84 | Beberapa orang |
Kasus keracunan makanan di SMAN 1 Kokop Bangkalan ini harus dijadikan sebagai pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap keamanan makanan. Dengan demikian, dapat dicegah terjadinya kasus keracunan makanan di masa depan.














Leave a Reply