Portal Berita Lakpesdam Terkini – 31 Mei 2026 | Memahami setiap tanda ketika tubuh mulai kekurangan kalsium menjadi langkah awal yang bijak dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh sedang mengalami kelangkaan kalsium kronis.
Gangguan Tulang dan Masalah Gigi
Demi menjaga kadar kalsium tetap stabil di dalam darah, tubuh memiliki mekanisme otomatis untuk “meminjam” kalsium dari tempat penyimpanan utamanya, yaitu tulang dan gigi. Jika kondisi itu berlangsung lama, tulang menjadi keropos, rapuh, dan memicu risiko patah tulang. Kekurangan kalsium juga bisa melemahkan lapisan enamel gigi, memicu gigi mudah berlubang, dan menyebabkan gangguan pada kesehatan gusi.
Perubahan Suasana Hati dan Gangguan Kognitif
Kalsium memegang peran krusial dalam proses neurotransmisi, yaitu cara sel-sel otak saling berkomunikasi. Kekurangan kalsium dalam jangka panjang bisa mengganggu kondisi mental dan fungsi kognitif. Kamu akan mengalami brain fog (kabut otak), kebingungan, dan gangguan ingatan. Perubahan emosi yang drastis seperti mudah tersinggung, kecemasan berlebih, dan depresi. Pada kasus yang sangat jarang dan parah, penderita bisa mengalami halusinasi.
Kejang Otot, Masalah Pernapasan, dan Gangguan Irama Jantung
Meski gejala awal hipokalsemia cenderung ringan, kasus yang dibiarkan tanpa penanganan bisa berkembang menjadi kondisi darurat medis yang mengancam jiwa. Otot-otot tenggorokan bisa mengalami kejang (laringospasme) yang berakibat pada penyempitan saluran napas dan kesulitan bernapas secara ekstrem. Kalsium menjadi penggerak sinyal listrik otot jantung. Kekurangan mineral ini memicu palpitasi (jantung berdebar keras) dan aritmia (irama jantung tidak teratur).
Penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalsium dapat dicegah dan diobati dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium dan melakukan olahraga teratur. Selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mendeteksi gejala kekurangan kalsium sejak dini.














Leave a Reply