Portal Berita Lakpesdam Terkini – 03 Juni 2026 | Kader PDIP Mohamad Guntur Romli menyoroti jawaban Seskab Teddy Indra Wijaya atas kritik eks Wamenlu Dino Patti Djalal. Dino Patti Djalal menyampaikan kritik terhadap frekuensi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri.
3 Kritik Guntur Romli soal Pernyataan Teddy Indra Wijaya
Guntur Romli mengatakan dalam poin pernyataan Teddy Indra Wijaya, jelas memutarbalikkan fakta. Dia mengungkapkan Teddy menyebut total investasi selama 1,5 tahun pemerintahan Prabowo Subianto adalah Rp 2.430 triliun. Angka ini memang benar. Namun, Teddy membanggakan itu adalah buah diplomasi luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA)
Faktanya, 52,6 persen atau Rp 1.279,1 triliun dari investasi itu, adalah Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) hanya Rp 1.150,9 triliun. “Itu yang menyesatkan. Jadi, ada poin dalam video Seskab Teddy yang memutarbalikkan fakta,” katanya.
Pertumbuhan PMA yang Hampir Stagnan
Guntur Romli mengatakan Penanaman Modal Asing pada 2025, hampir stagnan. Hal ini juga diakui Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau BKPM. Dia mengungkapkan BKPM menyebut realisasi PMA sepanjang 2025, hanya tumbuh 0,1 persen. “Angka tersebut sangat anjlok, jika dibandingkan pertumbuhan PMA tahun 2024 yang mencapai 21 persen,” ujarnya.
Penyesatan Publik yang Disengaja
Guntur Romli mengatakan pernyataan Seskab Teddy Indra Wijaya itu, bukan sekadar overclaim. Namun, penyesatan publik yang disengaja. Dia menilai Teddy sengaja mengaburkan, antara komitmen dan realita, serta menyematkan prestasi PMDN sebagai hasil diplomasi luar negeri. “Publik berhak memperoleh fakta yang jujur, bukan kalimat bombastis yang menyesatkan,” ucapnya.
Perdebatan ini menimbulkan pertanyaan tentang efektifitas kebijakan pemerintah dalam meningkatkan investasi asing dan dalam negeri. Apakah kebijakan pemerintah sudah tepat dan efektif dalam meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi? Bagaimana pemerintah dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan investasi dan pertumbuhan ekonomi?














Leave a Reply