Portal Berita Lakpesdam Terkini – 10 Mei 2026 | Menemukan metode pengobatan migrain yang benar-benar ampuh kerap menjadi tantangan. Migrain bukan sakit kepala biasa, melainkan kondisi neurologis kompleks. Kabar baiknya, sains kini menawarkan terobosan pengobatan yang memiliki efektivitas tinggi dengan efek samping lebih minim.
1. Antibodi Monoklonal (CGRP)
Antibodi monoklonal menjadi terobosan terbesar dalam dekade terakhir. Obat ini bekerja dengan menargetkan protein bernama calcitonin gene-related peptide (CGRP) yang dilepaskan selama serangan migrain. Obat ini disuntikkan sekali sebulan untuk memblokir jalur nyeri sebelum berkembang menjadi serangan hebat. CGRP sangat spesifik dan terbukti mampu mengurangi jumlah hari migrain secara signifikan bagi banyak pasien kronis.
2. Penggunaan Botoks (Botulinum Toxin)
Meski populer di dunia kecantikan, botoks telah disetujui sebagai terapi medis untuk migrain kronis. Dokter menyuntikkan botoks di sekitar kepala dan leher setiap 12 minggu. Botoks ini bekerja dengan cara memblokir transmisi saraf yang mengirimkan sinyal nyeri ke otak, sehingga bisa mencegah serangan migrain.
3. Perangkat Neuromodulasi Non-Invasif
Bagi orang yang enggan menggunakan obat-obatan kimia, teknologi perangkat elektronik kini menjadi solusi. Perangkat ini ditempelkan di dahi atau lengan untuk mengirimkan arus listrik kecil guna menenangkan saraf yang terlalu aktif. Inovasi ini berupa perangkat yang memberikan getaran halus di area hidung untuk merangsang saraf trigeminal. Hal itu diketahui bisa menghentikan siklus nyeri migrain.
4. Obat Golongan Gepants dan Ditans
Gepants dan ditans merupakan generasi baru obat oral yang sudah tersedia di pasar medis. Berbeda dengan obat migrain lama seperti triptan yang menyempitkan pembuluh darah, gepants dan ditans lebih aman bagi orang yang memiliki risiko penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
Dengan demikian, terdapat beberapa metode pengobatan yang dapat membantu mengatasi migrain. Mulai dari antibodi monoklonal hingga perangkat neuromodulasi non-invasif, pasien memiliki berbagai pilihan untuk menemukan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Asupan Kalsium Saat Hamil Berpotensi Tekan Risiko Depresi… Bos Rokok HS Heran Anaknya Tinggi Banget, Makan Banyak, T…















Leave a Reply