Portal Berita Lakpesdam Terkini – 31 Mei 2026 | Antropolog Indonesia Prof Semiarto Aji Purwanto membagikan tips menjalani gaya hidup hemat atau frugal living di tengah gejolak geopolitik. Semiarto mengatakan jika ingin menerapkan frugal living, kurangi gaya hidup konsumtif, misalnya nongkrong di tempat mahal hingga belanja impulsif.
Definisi Gaya Hidup Hemat
“Kalau mau hidup sederhana, ya jelas gaya hidup yang gagasannya mengurangi konsumsi barang-barang tersier,” katanya. Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia itu menyampaikan pengeluaran kebutuhan tersier, paling mudah ditekan. Dia mencontohkan kebiasaan nongkrong di mal, beli kopi premium, makan di tempat mahal, merupakan pengeluaran yang bisa disesuaikan kemampuan.
Contoh Pengeluaran yang Bisa Dikurangi
Semiarto menjelaskan gaya hidup yang hemat, bukan berarti tidak menikmati liburan atau mengonsumsi tertentu. Namun, lebih pada kemampuan mengatur prioritas. “Sekarang harga kopi, mulai Rp 5 ribu sampai di atas Rp 100 ribu. Jadi, pilihannya itu saja. Hidup disesuaikan,” ujarnya.
Menghindari Kebiasaan Konsumsi Impulsif
Dia juga mengingatkan mengenai kebiasaan konsumsi impulsif, karena ada dorongan faktor emosional dan tren di media sosial. Semiarto mengatakan kebiasaan membeli, karena dorongan tren atau status sosial ini sering menyebabkan konsumsi tidak esensial. “Gaya hidup hemat pada dasarnya tidak sekadar mengurangi pengeluaran, melainkan lebih bijaksana dan sesuai kebutuhan,” ucapnya.
| No | Kategori Pengeluaran | Contoh |
|---|---|---|
| 1 | Pengeluaran Primer | Makan, Minum, Pakaian |
| 2 | Pengeluaran Sekunder | Transportasi, Komunikasi |
| 3 | Pengeluaran Tersier | Nongkrong di mal, Beli kopi premium |
Dengan memahami kategori pengeluaran, kita dapat lebih mudah mengatur prioritas dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Dengan demikian, kita dapat menjalani gaya hidup yang lebih hemat dan bijaksana.













Leave a Reply