Penggagalan Penyelundupan Jersey Tiruan
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 18 Juli 2026 | Skotlandia berhasil menggagalkan peredaran lebih dari 58.000 jersey sepak bola tiruan selama gelaran Piala Dunia 2026. Total nilai barang bukti yang disita mencapai 5,5 juta pound, menjadikannya salah satu kasus penyitaan barang imitasi terbesar yang pernah tercatat di Inggris Raya.
Sebagian besar kaus yang disita merupakan seragam Timnas Skotlandia dan Inggris. Selain itu, petugas juga mengamankan replika ilegal dari negara-negara sepak bola lainnya seperti Prancis, Spanyol, dan Portugal.
Operasi Berbasis Intelijen
Dewan Kota Edinburgh mengatakan keberhasilan ini merupakan buah dari operasi berbasis intelijen yang melibatkan Kepolisian Skotlandia. Penyelidikan ini juga bekerja sama dengan tim Kekayaan Intelektual Standar Perdagangan Nasional di Newport untuk melacak jaringan pemasok internasional yang terlibat.
Ketua Komite Regulasi Dewan Kota Neil Ross memberikan apresiasi tinggi atas kinerja tim di lapangan. Dia mengingatkan publik bahwa momen turnamen besar seperti Piala Dunia kerap dieksploitasi sindikat kriminal untuk meraup keuntungan dari tingginya antusiasme suporter.
Dampak Penyelundupan Jersey Tiruan
Penyelundupan jersey tiruan bukanlah kejahatan tanpa korban. Pemalsuan ini merugikan pelaku usaha resmi, menipu para penggemar, dan mengabaikan standar keselamatan dasar dalam proses produksinya.
Penyitaan barang bukti seberat lebih dari sembilan ton ini merupakan pukulan telak bagi jaringan perdagangan ilegal global. Seluruh jersey palsu tersebut kini dijadwalkan untuk didaur ulang secara aman.
Jersey tiruan sering kali dibuat menggunakan bahan berkualitas rendah dan pewarna tekstil berbahaya yang berpotensi memicu keracunan kulit. Bahan yang digunakan biasanya sangat mudah terbakar karena tidak melewati uji kelayakan standar.
Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) juga mengimbau para suporter untuk selalu membeli produk original demi keselamatan diri sendiri sekaligus mendukung kemajuan sepak bola nasional.
Maraknya barang palsu secara langsung memangkas pendapatan yang seharusnya bisa dialokasikan kembali untuk pembinaan sepak bola usia dini, pendanaan klub lokal, dan program sosial komunitas.














Leave a Reply