Portal Berita Lakpesdam Terkini – 18 Juni 2026 | Gaya bintang pop dunia Dua Lipa selalu sukses membuat jutaan pasang mata terpana. Munculnya serpihan putih di bahu pakaian menjadi momen menyebalkan yang seketika merusak rasa percaya diri. Berikut penyebab ketombe yang perlu diwaspadai.
Kondisi Lingkungan dan Kekeliruan Perawatan
Cuaca yang terlampau dingin atau kering serta paparan polusi udara berpotensi merusak kelembapan alami kulit kepala. Kondisi ini diperparah jika kamu memiliki kebiasaan jarang membersihkan rambut atau sering menggunakan produk perawatan yang tidak tepat. Penumpukan kotoran dan sel kulit mati akan merangsang pertumbuhan ketombe dengan cepat.
Adanya Gangguan Masalah Kesehatan
Ketombe bisa menjadi indikasi adanya masalah medis di dalam tubuh. Gangguan kesehatan yang mengacaukan sistem kekebalan tubuh dan fluktuasi hormon sangat memengaruhi stabilitas kondisi kulit kepala. Ketidakseimbangan tersebut pada akhirnya membuat area kepala menjadi jauh lebih rentan mengalami pengelupasan.
Minimnya Paparan Sinar Matahari
Kebiasaan menghabiskan sebagian besar waktu di ruangan ternyata turut andil dalam memicu masalah rambut ini. Padahal, paparan sinar matahari dalam porsi yang aman memiliki fungsi cukup penting bagi kesehatan kulit kepala. Sinar alami tersebut diketahui efektif membantu menekan laju pertumbuhan jamur yang menjadi dalang utama ketombe.
Reaksi Alergi Terhadap Produk Perawatan Rambut
Ketidakcocokan kulit kepala terhadap formula sampo atau produk styling seperti hairspray dan gel bisa memicu dampak buruk. Kontak langsung dengan zat kimia yang agresif tersebut berisiko memunculkan reaksi alergi yang mengganggu. Efeknya tidak hanya menimbulkan rasa gatal dan iritasi kemerahan, tetapi juga mempercepat pembentukan serpihan ketombe.
Untuk mengatasi masalah ketombe, perlu dilakukan perawatan yang tepat dan menjaga kesehatan kulit kepala. Dengan memahami penyebab ketombe, kita dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah munculnya serpihan putih yang mengganggu.














Leave a Reply