Portal Berita Lakpesdam Terkini – 29 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikenal karena kebijakan luar negerinya yang agresif, terutama dalam hal operasi militer. Pada masa jabatannya, AS telah meluncurkan beberapa operasi militer yang signifikan di berbagai belahan dunia. Dalam artikel ini, kita akan membahas empat negara yang menjadi target operasi militer AS di era Trump, yaitu Venezuela, Iran, Laut Karibia dan Samudra Pasifik, serta Suriah.
Venezuela: Operasi Subuh di Caracas
Pada 3 Januari 2026, pasukan operasi khusus AS melancarkan serangan subuh di Caracas, ibu kota Venezuela. Operasi ini berhasil menahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Keduanya dibawa ke AS untuk menghadapi persidangan atas tuduhan terorisme narkoba. Trump memuji operasi tersebut sebagai salah satu pertunjukan kekuatan dan kompetensi militer yang paling menakjubkan, efektif, serta dahsyat dalam sejarah AS.
Iran: Operasi Epic Fury
Militer AS meningkatkan kehadirannya di kawasan Timur Tengah menyusul ketegangan yang memuncak terkait kemampuan nuklir Iran. Putaran ketiga pembicaraan tidak langsung di Jenewa antara pejabat AS dengan Iran menemui jalan buntu. Trump pun langsung melanjutkan operasi militer mendadak tanpa persetujuan Kongres. Operasi rahasia ini diberi sandi Operasi Epic Fury.
Laut Karibia dan Samudra Pasifik: Operasi Anti-Narkoba
AS melancarkan serangan pertamanya terhadap kapal yang diidentifikasi Trump sebagai pengangkut narkoba pada 2 September 2025. Kapal tersebut berangkat dari Venezuela dan dioperasikan kartel Tren de Aragua. Operasi ini meluas ke rute-rute perairan Amerika Latin terdekat, termasuk kawasan Pasifik timur di lepas pantai Amerika Tengah. Serangan terus berlanjut hingga memasuki tahun baru.
Suriah: Operasi Anti-ISIS
AS menggelar operasi skala besar terhadap target ISIS di Suriah pada 19 Desember 2025. Kampanye militer ini merupakan balasan atas serangan ISIS yang menewaskan dua tentara dan seorang penerjemah sipil AS. Dalam operasi ini, pasukan AS bersama mitra Yordania menembakkan 100 amunisi presisi ke 70 target di Suriah tengah.
Dalam beberapa tahun terakhir, operasi militer AS di berbagai belahan dunia telah meningkat signifikan. Dengan kebijakan luar negeri yang agresif, AS terus memainkan peran penting dalam menghadapi ancaman keamanan global. Namun, operasi militer ini juga telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat internasional.
| Negara | Operasi Militer | Tanggal |
|---|---|---|
| Venezuela | Operasi Subuh di Caracas | 3 Januari 2026 |
| Iran | Operasi Epic Fury | 2026 |
| Laut Karibia dan Samudra Pasifik | Operasi Anti-Narkoba | 2 September 2025 |
| Suriah | Operasi Anti-ISIS | 19 Desember 2025 |
Operasi militer AS di era Trump telah menunjukkan bahwa AS terus memainkan peran penting dalam menghadapi ancaman keamanan global. Namun, operasi militer ini juga harus diimbangi dengan diplomasi dan kerja sama internasional untuk mencapai solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
- Operasi militer AS di Venezuela telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat internasional.
- Operasi Epic Fury di Iran telah meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
- Operasi anti-narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik telah menunjukkan komitmen AS dalam menghadapi ancaman keamanan global.
- Operasi anti-ISIS di Suriah telah menunjukkan kerja sama AS dengan mitra internasional dalam menghadapi ancaman keamanan global.
Dalam beberapa tahun terakhir, operasi militer AS di berbagai belahan dunia telah meningkat signifikan. Dengan kebijakan luar negeri yang agresif, AS terus memainkan peran penting dalam menghadapi ancaman keamanan global. Namun, operasi militer ini juga harus diimbangi dengan diplomasi dan kerja sama internasional untuk mencapai solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.















Leave a Reply