Portal Berita Lakpesdam Terkini – 21 Mei 2026 | Hubungan Jerman dan Amerika Serikat (AS) yang memanas sudah merambah ke ranah personal. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan dirinya tidak akan menyarankan anak-anaknya untuk tinggal, menempuh pendidikan, dan bekerja di AS saat ini.
Latar Belakang
Pernyataan menohok tersebut mencerminkan keretakan yang makin dalam antara Washington dengan sekutu Eropanya di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Merz menyebut situasi internal AS sedang tidak baik-baik saja. Pemimpin konservatif berusia 70 tahun ini menilai adanya perubahan drastis pada lanskap sosial dan lapangan kerja di Negeri Paman Sam.
"Saya tidak akan merekomendasikan anak-anak saya untuk pergi ke AS saat ini, menuntut ilmu di sana, dan bekerja di sana. Alasan sederhananya karena iklim sosial yang tiba-tiba berkembang di negara tersebut," ujar Merz.
Ekonomi AS
Merz juga menggarisbawahi sulitnya persaingan ekonomi di AS saat ini. Menurut dia, gelar akademis tinggi tidak lagi menjamin masa depan yang cerah di AS. "Hari ini orang-orang dengan pendidikan terbaik pun di Amerika menghadapi kesulitan besar," tuturnya.
Rekam Jejak Politik Merz
Pernyataan keras ini terbilang mengejutkan, mengingat rekam jejak politik Merz. Saat pertama kali menjabat sebagai kanselir pada 2025, dia dikenal sebagai sosok transatlanticist, seorang pemimpin yang sangat mendukung hubungan erat dan kemitraan strategis Eropa-Amerika Utara. Merz tidak menampik kekagumannya terhadap AS di masa lalu, tetapi dia menyebut realitas saat ini telah mengubah pandangannya.
"Saya pengagum berat Amerika. Namun, kekaguman saya tidak sedang tumbuh saat ini," ucapnya. Hubungan kedua pemimpin ini memang sudah renggang sejak bulan lalu, tepatnya setelah Merz melontarkan pernyataan bahwa AS "telah dipermalukan" dalam perang Iran. Ucapan ini menyulut kemarahan Trump.
Perubahan hubungan antara Jerman dan AS ini memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi dan politik global. Kedua negara ini memiliki peran penting dalam mempengaruhi kebijakan internasional dan regional. Oleh karena itu, perlu diperhatikan bagaimana perkembangan hubungan antara Jerman dan AS ini akan mempengaruhi dinamika global di masa depan.












Leave a Reply