Seleksi Paskibraka Sulsel yang Viral
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 27 Mei 2026 | Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan telah menjadi viral di media sosial. Kejadian ini menimpa Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Makassar yang semula berada di posisi 3 besar dalam seleksi calon Paskibraka di Istana Negara. Namun, belakangan nama Cathlyn Yvaine Lesmana tersingkir dan digantikan oleh siswi asal Jeneponto.
Kontroversi dan Tanda Tanya
Perubahan hasil seleksi Paskibraka di Sulsel ini menimbulkan tanda tanya terkait transparansi penilaian yang dilakukan panitia dan tim seleksi tingkat provinsi. Ketua Purnapaskibraka Indonesia Makassar, Muhammad Fahmi, mempertanyakan mekanisme penilaian yang dinilai tidak terbuka. Menurutnya, tim penilai tidak memperbolehkan orang lain masuk dalam ruang penilaian.
Selama ini, pelaksanaan seleksi kegiatan Paskibraka ini bersifat terbuka di GOR Sudiang. Namun, penilaian pengumuman ini kenapa tertutup dan 2 kali dilaksanakan. Satu kali dulu, baru dikeluarkan pendamping. Penilaian selanjutnya baru diumumkan.
Indikator Penilaian yang Dipertanyakan
Fahmi tidak mempermasalahkan siapa yang lolos, tetapi ada juga kabar tim penilai tidak sesuai indikator nilai dari PPI Pusat. Dia menyebut ada indikasi kemampuan bahasa daerah ikut jadi penilaian. Hal ini berdampak pada kelulusan Cathlyn Yvaine karena tidak bisa bahasa daerah, tetapi pandai bahasa Inggris dan Mandarin.
Masa kalah karena tidak bisa bahasa daerah. Ini kami pertanyakan apakah bahasa daerah jadi indikator wajib dikuasai? Fahmi menekankan bahwa Cathlyn Yvaine Lesmana memiliki kemampuan yang sangat baik dalam berbahasa Inggris dan Mandarin, tetapi sayangnya tidak bisa berbahasa daerah.
Konklusi
Kasus Cathlyn Yvaine Lesmana yang dicoret dari Paskibraka Sulsel ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kontroversi. Apakah benar bahwa kemampuan berbahasa daerah menjadi indikator wajib dikuasai dalam seleksi Paskibraka? Atau apakah ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan panitia? Semua ini masih menjadi tanda tanya yang belum terjawab.
| Posisi | Nama | Asal |
|---|---|---|
| 1 | … | … |
| 2 | … | … |
| 3 | Cathlyn Yvaine Lesmana | Makassar |
Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam seleksi Paskibraka. Apakah panitia telah melakukan penilaian yang adil dan transparan? Atau apakah ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan panitia?
Untuk menjawab semua pertanyaan ini, dibutuhkan investigasi yang lebih lanjut dan transparan. Panitia seleksi Paskibraka harus menjelaskan secara detail tentang proses penilaian dan kriteria yang digunakan dalam seleksi. Dengan demikian, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi di masa depan.














Leave a Reply