Portal Berita Lakpesdam Terkini – 10 Mei 2026 | Kabar mengenai hubungan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang memanas menjadi pengingat bagi orang tua tentang sulitnya menjaga keharmonisan setelah perceraian. Di tengah konflik orang tua, kesejahteraan mental anak harus tetap menjadi prioritas utama.
Menghadapi Konflik Orang Tua
Dilansir Your Tango, konflik antara orang tua dapat mempengaruhi kesejahteraan mental anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga keharmonisan dan memprioritaskan kesejahteraan mental anak.
5 Cara Mengasuh Anak Setelah Perceraian
Berikut adalah 5 cara mengasuh anak setelah perceraian:
- Jadilah Pendengar yang Netral
- Berikan Jawaban yang Jujur dan Proporsional
- Terapkan Kedisiplinan yang Konsisten
- Validasi Perasaan Tanpa Menghakimi
- Jangan Jadikan Anak sebagai “Pion” Konflik
Doronglah anak untuk berbagi perasaan atau kekhawatiran apa pun mengenai orang tuanya. Namun, pastikan kamu tetap berada di posisi netral.
Saat anak bertanya tentang situasi orang tuanya, jawablah dengan jujur, tetapi tetap sesuaikan dengan usianya.
Meski pun tinggal di dua rumah yang berbeda, anak membutuhkan kesinambungan. Cobalah menetapkan ekspektasi dan metode disiplin yang jelas, konsisten, dan masuk akal.
Saat anak berbagi cerita, fokuslah pada emosi yang dia rasakan, bukan pada isi informasinya.
Jangan pernah menggunakan anak sebagai alat untuk memanipulasi, memata-matai, dan menyakiti mantan pasangan.
Menghindari Dampak Negatif
Menjadikan anak sebagai tameng dalam konflik orang tua akan memberikan dampak trauma jangka panjang yang sangat buruk bagi perkembangan mentalnya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga keharmonisan dan memprioritaskan kesejahteraan mental anak.
Dengan demikian, orang tua dapat membantu anak menghadapi konflik orang tua dengan lebih baik dan memastikan kesejahteraan mental anak tetap terjaga. Asupan Kalsium Saat Hamil Berpotensi Tekan Risiko Depresi…















Leave a Reply