Portal Berita Lakpesdam Terkini – 04 Mei 2026 | Intermittent fasting atau puasa intermiten dianggap efektif menurunkan berat badan, tetapi nyatanya tidak sedikit orang yang gagal mendapatkan hasil maksimal. Masih banyak orang yang keliru dalam mempraktikkannya.
Apa yang Salah dengan Puasa Intermiten?
Pakar kesehatan metabolik Karan Sarin menyebut kunci utama kesuksesan puasa ini bukanlah pada pemangkasan kalori, melainkan pada pengaturan kadar insulin dalam tubuh. Anggapan puasa intermiten berhasil hanya karena asupan kalori berkurang bisa dibilang sebuah kesalahan besar.
Menghitung kalori dinilai sebagai metode yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang dan sering menjadi penyebab kegagalan diet. Fokus yang benar seharusnya pada hormon insulin. Makanan yang dikonsumsi menentukan apakah tubuh akan membakar lemak atau justru menyimpannya.
Bagaimana Insulin Mempengaruhi Tubuh?
"Kadar insulin tinggi membuat tubuh terus-menerus berada dalam mode penyimpanan lemak, sehingga metabolisme melambat dan pembakaran lemak berhenti," ujar Sarin. Ia memberikan perumpamaan menarik, tubuh manusia seperti mobil hibrida yang memiliki dua jenis bahan bakar, glukosa (gula darah) dan lemak.
Tubuh menggunakan glukosa dari makanan sebagai sumber energi utama. Setelah sekitar delapan jam berhenti makan, kadar glukosa akan turun. Di sinilah tubuh mulai beralih menggunakan "bahan bakar kedua", yakni membakar cadangan lemak yang tersimpan.
Bagaimana Mempertahankan Pembakaran Lemak?
Agar tubuh tetap berada dalam mode pembakaran lemak, kestabilan gula darah menjadi harga mati. Sarin mengatakan sedikit saja asupan gula seperti camilan buah kecil sudah cukup untuk menghentikan pembakaran lemak dan mengembalikan tubuh ke mode glukosa.
Oleh karena itu, sangat disarankan menghindari makanan atau minuman yang bisa memicu lonjakan gula darah. Dengan memahami bagaimana insulin mempengaruhi tubuh dan mempertahankan kestabilan gula darah, seseorang dapat meningkatkan kemungkinan sukses dalam melakukan puasa intermiten.
Dalam jangka panjang, penting untuk memperhatikan pola makan dan gaya hidup sehari-hari untuk mendukung proses pembakaran lemak dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pentingnya Kualitas Susu dalam Pemenuhan Nutrisi dan Tumb… Tidur Nyenyak Bikin Emosi Anak Lebih Stabil, Si Kecil Tid… Luncurkan Kampanye Kaum Adem, Aqua Ajak Masyarakat Menjag… Yayasan RMHC Gelar Padel for Hope 2026 untuk Bangun Rumah… 3 Manfaat Minum Air Kunyit bagi Tubuh, Ampuh Meredakan Pe… Bos Rokok HS Heran Anaknya Tinggi Banget, Makan Banyak, T…















Leave a Reply