Portal Berita Lakpesdam Terkini – 11 Juli 2026 | Fenomena pria selingkuh saat melakukan perjalanan bisnis kini menjadi sorotan para psikolog. Banyak orang yang berselingkuh sebenarnya merasa bahagia dengan pernikahan mereka. Mereka tidak punya niat sama sekali untuk menghancurkan hati pasangan atau merusak rumah tangga.
Penyebab Perselingkuhan
Namun, pengkhianatan tetap saja terjadi dan salah satu tempat paling rawan yang memicu tindakan ini ialah perjalanan bisnis atau dinas luar kota. Sebagian besar pelaku percaya apa yang tidak diketahui pasangan di rumah tidak akan menyakiti siapa pun. Namun, riset psikologi menemukan bahwa kesempatan tersembunyi hanyalah pintu masuk. Ada faktor psikologis dan fisik di baliknya.
Banyak suami atau istri yang berselingkuh saat dinas luar kota bukan karena mencari keintiman emosional, melainkan karena ingin “beristirahat dari diri sendiri”. Hal itu merupakan bentuk pelarian dari realitas hidup yang menjemukan. Psikoterapis Christine Snyder mengatakan dinas luar kota memberi seseorang ruang untuk menghidupkan fantasi.
Fenomena Perselingkuhan
“Sebuah kehidupan sementara tanpa perdebatan tentang kaus kaki kotor di lantai, tanpa beban mengurus antar jemput anak, dan rutinitas membosankan di kantor,” tuturnya. Di luar kota, seorang ayah yang biasanya kelelahan di sofa rumah bisa menjelma menjadi sosok pengusaha misterius yang memesona di bar hotel. Fantasi peran inilah yang kerap membawa seseorang masuk ke dalam masalah besar.
Secara umum, data menunjukkan 20% pria dan 13% wanita mengaku pernah tidak setia dalam pernikahan (angka asli kemungkinan lebih tinggi karena survei perselingkuhan jarang mendapatkan kejujuran 100%). Namun, ketika data dipersempit khusus untuk momen perjalanan dinas, angka tersebut melonjak tajam. Sebesar 36% pria dan 13% wanita mengaku pernah mengkhianati pasangan saat melakukan perjalanan bisnis.
Statistik Perselingkuhan
| Kategori | Persentase Pria | Persentase Wanita |
|---|---|---|
| Pernah tidak setia dalam pernikahan | 20% | 13% |
| Pernah tidak setia saat perjalanan dinas | 36% | 13% |
Angka itu makin ekstrem pada acara berskala besar seperti pameran dagang, konvensi, dan seminar industri yang dihadiri banyak orang yang sama-sama jauh dari keluarga. Studi pada 2021 terhadap 2.000 karyawan mengungkap fakta mencengangkan bahwa 66% responden pernah menyaksikan atau melakukan sendiri perselingkuhan dalam acara tersebut.
Penelitian juga menemukan bahwa perselingkuhan di tempat kerja erat kaitannya dengan perebutan dan kepemilikan kekuasaan. Studi terhadap 1.500 profesional menyebut makin tinggi posisi atau kekuasaan seseorang di tempat kerja, makin tinggi pula dorongannya untuk berselingkuh. Fenomena ini berlaku sama kuatnya bagi pria dan wanita, yang menjelaskan mengapa grafik perselingkuhan wanita karier meningkat seiring kesuksesan finansial.














Leave a Reply