Portal Berita Lakpesdam Terkini – 06 Juli 2026 | Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Pastoral (SKP) Keuskupan Timika menyampaikan 5 rekomendasi kepada pemerintah menyusul meningkatnya konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Ketua SKP Keuskupan Timika Saul Paulo Wanimbo mengatakan rekomendasi tersebut disusun sebagai masukan agar penanganan konflik lebih mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.
Rekomendasi Penanganan Konflik
SKP Keuskupan Timika berharap berbagai rekomendasi tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif sekaligus memastikan perlindungan terhadap masyarakat sipil di Intan Jaya. Rekomendasi pertama adalah mengevaluasi kebijakan pengerahan pasukan nonorganik di Kabupaten Intan Jaya agar pendekatan keamanan tidak memperburuk situasi masyarakat sipil.
Investigasi Independen
Rekomendasi kedua adalah mendorong Komnas HAM membentuk tim investigasi independen untuk mengusut berbagai dugaan insiden kekerasan yang terjadi selama konflik. Ketiga, menegakkan hukum terhadap setiap dugaan pelanggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keempat, memperkuat perlindungan bagi masyarakat sipil, termasuk memastikan keselamatan warga yang berada di wilayah konflik.
Perlindungan Masyarakat Sipil
Kelima, membuka akses bagi lembaga kemanusiaan, media, organisasi keagamaan, dan pemantau HAM independen agar kondisi di lapangan dapat dipantau secara transparan. Menurut Saul, sepanjang Juni hingga awal Juli 2026, konflik bersenjata di Intan Jaya berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari warga, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah daerah, terjadi korban jiwa, pengungsian, kerusakan fasilitas umum, hingga terganggunya pelayanan dasar.
| No | Tanggal | Peristiwa |
|---|---|---|
| 1 | 18 Juni 2026 | Dugaan penggunaan granat melalui drone |
| 2 | 20 Juni 2026 | Penangkapan warga |
| 3 | 22 Juni 2026 | Pembakaran rumah |
| 4 | 25 Juni 2026 | Penembakan kendaraan paroki dan warga sipil |
| 5 | 2 Juli 2026 | Meninggalnya seorang ibu hamil dan bayi yang dikandungnya akibat terkena peluru |
SKP Keuskupan Timika mencatat sedikitnya 9 peristiwa sepanjang 18 Juni hingga 2 Juli 2026. Ini menunjukkan bahwa keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan keamanan. Selain itu, adanya perbedaan informasi antara laporan masyarakat dan penjelasan aparat menunjukkan pentingnya penyelidikan yang independen, transparan, dan akuntabel agar seluruh fakta dapat terungkap dengan jelas.














Leave a Reply