Portal Berita Lakpesdam Terkini – 01 Juli 2026 | Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 mencetak rekor termahal sepanjang sejarah sepak bola akibat lonjakan harga tiket dan akomodasi yang ugal-ugalan. Bagi sebagian besar pencinta sepak bola, Piala Dunia merupakan festival rakyat. Sejarah mencatat kisah-kisah legendaris suporter kelas pekerja yang nekat menumpang kapal kargo atau menempuh perjalanan darat ribuan kilometer demi mendukung tim nasional.
Perubahan Atmosfer Piala Dunia
Namun, atmosfer romantis itu tampaknya mulai bergeser pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tahun ini, meroketnya harga tiket dan akomodasi telah mengubah wajah tribun stadion. Piala Dunia 2026 dinobatkan sebagai turnamen termahal dalam sejarah sepak bola, sebuah panggung yang kini lebih ramah bagi mereka yang berdompet tebal.
Harga Tiket dan Akomodasi
FIFA menetapkan harga resmi tiket fase grup paling mahal sebesar USD 575. Angka itu sudah jauh lebih tinggi dibanding Piala Dunia 2022 di Qatar yang tiket fase grup termahalnya sebesar USD 220. Namun, kendala utama bagi kantong suporter ialah penerapan sistem dynamic pricing (penentuan harga dinamis). Sistem tersebut membuat harga tiket terus bergerak naik mengikuti tingginya permintaan pasar.
| Piala Dunia | Harga Tiket Fase Grup Termahal |
|---|---|
| Piala Dunia 2022 | USD 220 |
| Piala Dunia 2026 | USD 575 |
Paket Mewah Jutaan Dolar
Bagi kalangan miliarder, uang sama sekali bukan masalah. Buktinya, agensi layanan mewah Knightsbridge Circle sempat menawarkan paket hospitalitas eksklusif senilai USD 4 juta. Paket tersebut mencakup enam kursi baris terdepan di garis tengah lapangan pada laga final dan akses langsung ke lapangan saat upacara penyerahan trofi. Hebatnya, paket supermahal ini ludes terjual dalam waktu kurang dari 24 jam.
Dengan demikian, Piala Dunia 2026 menjadi turnamen yang lebih eksklusif dan mahal, jauh dari semangat festival rakyat yang selama ini menjadi ciri khasnya. Hal ini tentu akan berdampak pada pengalaman menonton bagi suporter yang tidak mampu membeli tiket dengan harga yang terus melambung tinggi.














Leave a Reply