Portal Berita Lakpesdam Terkini – 17 Juli 2026 | Kader PDIP Mohamad Guntur Romli menyoroti antre panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU, sejumlah daerah. Guntur Romli mengatakan antre pembelian BBM, sempat terjadi di Medan, jalur logistik Pasuruan, Surabaya, hingga Kendari.
Latar Belakang
Ketika harga BBM non-subsidi melambung tinggi tanpa bantalan ekonomi yang kuat, rakyat dipaksa turun kelas memburu subsidi, demi bertahan hidup. Guntur Romli menyebut akar masalahnya pada kegagalan struktural, ketidakmampuan pemerintah membangun sistem distribusi, pengawasan kuota, dan inkonsistensi regulasi.
Dampak pada Masyarakat
Dampak masalah pada tata kelola, langsung dirasakan perekonomian masyarakat kecil. Rakyat dipaksa membayar biaya ‘siluman’ yang mahal, kehilangan waktu produktif berjam-jam di jalanan, untuk antre Pertalite atau Solar.
Para sopir logistik dan angkutan, mendapatkan penderitaan yang berlipat ganda. Para sopir tersebut, harus mempertaruhkan fisik, menahan kantuk di bahu jalan, dan secara otomatis memotong pendapatannya.
Analisis
| No | Dampak | Penyebab |
|---|---|---|
| 1 | Kenaikan harga logistik | Keterlambatan distribusi BBM |
| 2 | Kehilangan waktu produktif | Antre panjang di SPBU |
| 3 | Penderitaan sopir logistik | Keterlambatan distribusi BBM |
Ketika roda logistik tersendat berjam-jam di gerbang SPBU, harga bahan pokok ikut merangkak naik. Rakyat kecil yang pada akhirnya menjadi korban ganda. Sebab, merasakan kenaikan harga logistik dan kehabisan energi.
Di satu sisi, rakyat tercekik inflasi, kenaikan harga dan di sisi lain, kehabisan energi. Hal ini, disebabkan salah urus birokrasi tata kelola migas.














Leave a Reply