Portal Berita Lakpesdam Terkini – 11 Mei 2026 | Opposite hitter asal Iran Bardia Saadat dipastikan absen membela Jakarta Bhayangkara Presisi di AVC Champions League 2026 karena mengalami cedera.
Latar Belakang
Kabar tersebut diketahui melalui unggahan di akun Instagram Moji pada Minggu (10/5) dini hari WIB. Saadat mengaku kecewa karena tidak bisa tampil membela Jakarta Bhayangkara Presisi di AVC Champions League 2026.
Meskipun demikian, pemain asal Iran itu tetap memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya yang akan berjuang di lapangan. Saadat juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diterimanya selama berada di Indonesia bersama Bhayangkara Presisi.
Dampak Cedera
Pemain Timnas Iran itu mengaku merasa seperti berada di rumah sendiri dan akan selalu mengingat pengalaman bersama tim serta para pendukung. Keputusan tidak bermain pun diambil demi menghindari risiko cedera yang lebih serius sekaligus memastikan pemulihannya berjalan maksimal.
Kehilangan Saadat tentu menjadi tantangan besar bagi Bhayangkara Presisi. Sebagai opposite hitter, dia dikenal memiliki kemampuan menyerang yang eksplosif dan menjadi salah satu sumber poin utama tim. Absennya pemain Saadat membuat tim pelatih harus mencari alternatif terbaik guna menjaga keseimbangan permainan.
Alternatif Pemain
Beberapa nama legiun asing yang diproyeksikan menjadi tumpuan di antaranya Noumory Keita, Robertlandy Simon, dan Rok Mozic. Keita dikenal sebagai mesin poin dengan kemampuan loncatan tinggi dan serangan tajam. Sementara itu, Simon merupakan middle blocker berpengalaman yang telah malang melintang di level internasional.
Di sisi lain, Rok Mozic dikenal sebagai pemain muda Eropa yang memiliki kemampuan komplet saat menyerang maupun bertahan. Selama mengikuti AVC Men’s Volleyball Champions League 2026, Bhayangkara Presisi tergabung di Pool A bersama Al Rayyan SC (Qatar), Hyundai Capital Skywalkers (Korea Selatan), serta Zhaiyk VC (Kazakhstan).
AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 akan berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, pada 13-16 Mei. Dengan absennya Saadat, Bhayangkara Presisi harus bekerja ekstra keras untuk mencapai tujuan mereka di turnamen ini.
Tim pelatih harus memastikan bahwa pemain-pemain yang ada dapat bermain dengan baik dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Saadat. Dengan demikian, Bhayangkara Presisi dapat tetap bersaing di level tertinggi dan mencapai hasil yang diharapkan.












Leave a Reply