Portal Berita Lakpesdam Terkini – 26 Juni 2026 | Penyanyi cantik Bernadya Riba baru saja meluncurkan album keduanya yang berjudul Semoga Hanya di Mimpi. Album ini lahir dari ketakutan Bernadya terhadap rasa tenang dan pemikiran yang aneh. Menurut Bernadya, tenang sama dengan bahaya karena di balik kebahagiaan ada sesuatu yang buruk.
Latar Belakang Album
Bernadya mengatakan bahwa judul album Semoga Hanya di Mimpi pertama kali ditemukannya saat membaca artikel tentang cherophobia, yaitu ketakutan terhadap kebahagiaan. Bernadya merasa bahwa cherophobia ini sangat relevan dengan kehidupannya sendiri. Ia takut bahwa di balik kebahagiaan ada sesuatu yang buruk.
Proses penggarapan album Semoga Hanya di Mimpi berbeda dengan album sebelumnya. Bernadya mengatakan bahwa ia tidak merasakan momen spesial dalam hidupnya saat itu. Semua berjalan normal dan baik-baik saja, hidupnya seperti menjalankan rutinitas normal.
Isi Album
Album Semoga Hanya di Mimpi merupakan refleksi dari ketakutan Bernadya terhadap rasa tenang dan kebahagiaan. Ia menumpahkan semua ketakutannya ke dalam album ini. Bernadya berharap bahwa album ini dapat membantu orang lain untuk mengatasi ketakutan mereka sendiri.
Pesan Bernadya
Bernadya berharap bahwa album Semoga Hanya di Mimpi dapat membawa pesan positif bagi pendengarnya. Ia ingin agar orang lain dapat belajar dari pengalaman dan ketakutan yang ia hadapi. Bernadya juga berharap bahwa album ini dapat membantu orang lain untuk lebih menghargai kehidupan dan tidak takut untuk menghadapi kesulitan.
Album Semoga Hanya di Mimpi merupakan karya yang sangat personal dari Bernadya. Ia berharap bahwa album ini dapat membawa dampak positif bagi pendengarnya dan membantu mereka untuk mengatasi ketakutan dan kesulitan dalam kehidupan.













Leave a Reply