Portal Berita Lakpesdam Terkini – 27 Mei 2026 | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengancam akan memecat kepala sekolah dan panitia seleksi yang melakukan kecurangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung. Dedi Mulyadi melarang praktik titip-menitip dalam pelaksanaan SPMB Sekolah Manusia Unggul alias Maung tahun 2026.
Larangan Praktik Titip-Menitip
“Tidak boleh ada siswa titipan siapapun, atas nama apapun, untuk kepentingan apapun,” kata Dedi Mulyadi, di Bandung, Selasa (26/5). Sekolah unggul terbaru milik Pemprov Jawa Barat itu untuk siswa dengan kualifikasi akademik serta non-akademik terbaik, secara transparan.
Integritas dan Transparansi
Politikus Partai Gerindra itu menekankan semua aparatur pendidikan harus menjaga integritas serta menghindari nepotisme. Dedi Mulyadi mengaku sudah menyiapkan sanksi bagi yang terbukti terlibat dalam nepotisme di Sekolah Maung. “Saya tidak segan memberhentikan kepala sekolah, panitia, siapaun yang terlibat tindakan tidak terpuji,” ujarnya.
Proses Pendaftaran SPMB
Sekolah Maung di Jawa Barat, terdiri dari 41 SMA dan SMK. Proses pendaftarannya secara daring pada 25 sampai 29 Mei 2026. “Tidak boleh ada titip-menitip. Kami tak segan memproses hukum yang terlibat penyimpangan,” ucapnya.
Dengan demikian, Dedi Mulyadi ingin memastikan bahwa proses penerimaan murid baru di Sekolah Maung berjalan dengan adil dan transparan, tanpa intervensi dari pihak mana pun. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siswa yang diterima di sekolah tersebut memang memiliki kemampuan dan potensi yang sesuai dengan standar sekolah.














Leave a Reply