Perubahan Gaya Hidup Global
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 17 Mei 2026 | Perubahan gaya hidup global saat ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar gen Z dan milenial. Bagi generasi terdahulu, definisi kebutuhan pokok sangatlah sederhana, yakni tempat tinggal, makanan, dan biaya tagihan bulanan. Namun, bagi gen Z dan milenial, garis pembatas antara kebutuhan dengan kemewahan kian kabur.
Strategi Bertahan Hidup Kelas Pekerja Modern
Fenomena ini bukan sekadar pemborosan atau pamer kemewahan, melainkan sebuah strategi bertahan hidup kelas pekerja modern demi menjaga kesehatan mental, produktivitas, dan efisiensi waktu. Ambil contoh Sephora Grey, seorang pekerja berusia 28 tahun yang berpenghasilan cukup tinggi. Setiap bulannya, Grey rela merogoh kocek hingga USD 800 hanya untuk layanan pesan-antar makanan dan makan di luar.
Bagi generasi di atasnya, tindakan itu mungkin dianggap sebagai pemborosan yang luar biasa. Namun bagi Grey, ini kebutuhan fungsi. Dengan memesan makanan jadi, dia bisa menghemat 6-8 jam per minggu. Waktu yang berharga itu kemudian dialokasikannya untuk menambah jam kerja yang menghasilkan uang atau beristirahat.
Perubahan Pola Pikir
Pola pikir Grey mencerminkan perubahan besar yang terjadi pada anak muda secara global. Berdasarkan studi dari Harris Poll yang dilakukan atas nama firma keuangan Intuit Credit Karma, ditemukan fakta-fakta menarik. Lebih dari separuh gen Z dan milenial menganggap pengeluaran untuk hobi serta ketertarikan pribadi sebagai kebutuhan mendasar, bukan lagi kemewahan.
| Generasi | Persentase |
|---|---|
| Milenial | 50% |
| Gen Z | 45% |
Sebanyak 50% milenial dan 45% gen Z mengaku lebih memilih memangkas porsi tabungan jangka panjang. Tabungan itu digunakan untuk pengalaman gaya hidup seperti makan di restoran, traveling, dan keanggotaan pusat kebugaran (gym). Bagi mereka, kopi berkualitas, keanggotaan gym, sesi terapi atau konseling, dan makan malam bersama teman merupakan investasi untuk menjaga kesejahteraan mental serta fisik.
Di balik alasan kesehatan mental, ada pula dorongan sosial yang kuat di era digital ini. Muncul fenomena yang disebut “financial flexing”, yaitu tindakan memamerkan kekayaan untuk memengaruhi cara orang lain memandang mereka. Analis data Darwin Tu menilai memamerkan status finansial kini menjadi bagian dari validasi sosial bagi sebagian anak muda.
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan pola pikir ini telah menjadi topik perdebatan yang hangat. Beberapa orang menganggap bahwa gen Z dan milenial terlalu boros dan tidak memiliki prioritas yang tepat, sementara yang lain berpendapat bahwa mereka hanya mencoba untuk menemukan keseimbangan antara kebutuhan dan kemewahan.
Apapun pendapat Anda, satu hal yang pasti adalah bahwa perubahan pola pikir ini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Dengan semakin banyaknya anak muda yang memilih untuk memprioritaskan pengalaman gaya hidup daripada tabungan jangka panjang, kita dapat melihat perubahan besar dalam cara mereka menghabiskan uang dan waktu mereka. Andalkan MamyPoko Royal Soft, Aurelie Moeremans Sukses Te… 3 Rumah Paling Mahal di Dunia, Ada Antilia yang Area Park…















Leave a Reply