Latar Belakang
Portal Berita Lakpesdam Terkini – 17 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menjadi salah satu perhelatan olahraga terbesar yang membutuhkan pengamanan maksimal. Dalam upaya menjaga keamanan dan keselamatan selama pertandingan, otoritas keamanan Amerika Serikat telah mengambil langkah-langkah serius, termasuk penyitaan drone liar di sekitar area stadion dan zona penggemar.
Penyitaan Drone Liar
Badan Investigasi Federal (FBI) dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) bekerja sama untuk mengamankan lebih dari 600 unit drone liar di sekitar area stadion dan zona penggemar sejak 11 Juni. Penyitaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mencegah gangguan keamanan dan menjaga keselamatan para penonton dan pemain.
Pelanggaran tertinggi terjadi di Miami dengan penyitaan mencapai 130 drone, diikuti oleh Dallas dengan lebih dari 70 drone yang diamankan hanya dalam lima pertandingan. Penyitaan ini menunjukkan bahwa otoritas keamanan sangat serius dalam menjaga keamanan dan keselamatan selama Piala Dunia 2026.
Larangan Terbang Drone
FAA telah menerapkan larangan terbang total bagi drone tanpa izin di atas area pertandingan dan festival penonton. Di sekitar stadion, larangan terbang berlaku dalam radius 3 mil laut dengan ketinggian hingga 3.000 kaki dari permukaan tanah. Sementara itu, di area kumpul penggemar, larangan terbang berlaku dalam radius 1 mil laut dengan ketinggian hingga 1.000 kaki dari permukaan tanah.
Sanksi tegas menanti siapa saja yang nekat menerbangkan drone di wilayah udara terlarang tanpa izin resmi. Selain menghadapi tuntutan pidana dan penyitaan perangkat, pelanggar juga dikenakan denda hingga USD 100.000.
Tim Khusus untuk Mendeteksi Drone Liar
FBI telah menyiagakan tim khusus di setiap stadion Piala Dunia yang dilengkapi dengan teknologi untuk mendeteksi sekaligus melumpuhkan pesawat tak berawak yang tidak berizin. Ketegasan ini sudah memakan korban, dengan otoritas keamanan resmi menjatuhkan dakwaan hukum kepada Cristobal Torres Alvarez, warga negara Meksiko yang kedapatan mengoperasikan drone di zona terlarang di sekitar Stadion Dallas.
Insiden gangguan drone pada perhelatan olahraga besar di AS terus menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai catatan, pada 2025, seorang pria dinyatakan bersalah di pengadilan setelah nekat melanggar wilayah udara pertahanan dengan menerbangkan drone di atas stadion saat laga playoff Liga Sepak Bola Nasional (NFL) di Baltimore.
Dalam upaya untuk menjaga keamanan dan keselamatan selama Piala Dunia 2026, otoritas keamanan Amerika Serikat terus bekerja keras untuk mencegah gangguan keamanan dan menjaga keselamatan para penonton dan pemain. Dengan penyitaan drone liar dan penerapan larangan terbang, diharapkan perhelatan olahraga ini dapat berjalan dengan lancar dan aman.














Leave a Reply