Portal Berita Lakpesdam Terkini – 29 Juni 2026 | Operasi penyelamatan di zona bencana gempa Venezuela kini mendapatkan amunisi baru. Sebanyak 1.600 personel dari berbagai tim penyelamat internasional telah tiba untuk memperkuat dan mengintensifkan pencarian korban selamat.
Latar Belakang Bencana
Bencana berskala masif tersebut sejauh ini telah menewaskan lebih dari 900 orang dan memicu situasi darurat nasional. Pejabat Kementerian Luar Negeri Venezuela Oliver Blanco mengatakan otoritas udara telah menerima 17 penerbangan yang membawa personel penyelamat asing.
Blanco memperkirakan akan ada 25 penerbangan tambahan yang menyusul. "Kami sangat berterima kasih kepada komunitas internasional atas dukungan dan solidaritasnya di masa-masa penuh ketidakpastian bagi rakyat Venezuela," ujar Blanco.
Tantangan Penyelamatan
Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan ada 10 negara lain yang sedang di perjalanan untuk bergabung dalam misi kemanusiaan ini. Hingga saat ini, skala pasti dari dampak gempa magnitudo 7,2 dan 7,5 ini masih sulit dipetakan secara penuh.
Krisis energi kronis akibat sanksi ekonomi dan kurangnya investasi pada jaringan listrik nasional kian mempersulit koordinasi, memicu pemadaman listrik total selama berjam-jam di berbagai wilayah terdampak.
Data Korban dan Kerusakan
Badan Survei Geologi AS (USGS) memproyeksikan angka kematian total bisa menembus 10.000 jiwa. Jika estimasi itu akurat, gempa kembar Venezuela 2026 akan tercatat sebagai salah satu bencana seismik paling mematikan di kawasan Amerika Latin dalam satu abad terakhir.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan 7 juta penduduk akan terdampak langsung secara ekonomi, dengan kerugian material awal ditaksir mencapai USD 6,7 miliar, belum termasuk kerusakan infrastruktur jangka panjang.














Leave a Reply